Soal Hepatitis Akut di DIY, Dinkes: Kami Belum Terima Laporan Kasus

Ilustrasi. - JIBI
05 Mei 2022 18:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kendati Hepatitis akut sudah menewaskan tiga anak di Jakarta, sejauh ini Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY belum mendapat laporan kasus soal penyakit tersebut di DIY.

“Belum ada laporan kasus hepatitis akut atau misterius di DIY,” kata Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, Kamis (5/5/2022).

Meski begitu, Pembajun tetap mengimbau masyarakat untuk hati-hati. Bagi orang tua yang memiliki balita dan anak-anak untuk lebih memberi perhatian protokol kesehatan saat membawanya beraktivitas.

Pembajun juga belum mengetahui apakah ada kaitan hepatitis akut dengan pandemi Covid-19. “Kaitan hepatitis dan Covid-19 sejauh ini belum ada referensi, tapi para pakar atau ahli masih melakukan penelitian,” katanya.

BACA JUGA: Epidemiolog: Hepatitis Akut Berbeda dengan Penyakit Kuning

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, juga belum mendapat laporan adanya hepatitis jenis ini di Kota Jogja. Dia berharap tidak ada kasus yang muncul.

“Kasus hepatitis yang ada [atau sebelumnya di temukan] di Kota Jogja jenis hepatitis A dan B,” kata Endang.

Secara gejala, hepatitis akut, A, atau B hampir mirip. Gejala berupa demam, mual, muntah, penyakit kuning, dan lainnya. “Makanya yang menentukan hasil [jenis hepatitisnya] laboratorium,” katanya.

Merespons munculnya kasus hepatitis akut ini, Dinkes Kota Jogja akan menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI untuk memantu perkembangan kasus.

BACA JUGA: Dokter: Segera Bawa Anak ke RS saat Bergejala Hepatitis Misterius!

Selain itu perlu juga memperkuat komunikasi dengan laboratorium dan rumah sakit apabila terdapat perkembangan terbaru di masyarakat.

Dalam perkebangan terbaru, ada tiga anak di Provinsi DKI Jakarta yang diduga meninggal akibat hepatitis akut. Ketiganya berusia di bawah enam tahun dan belum vaksinasi Covid-19. Sementara untuk kasus di berbagai negara sudah mencapai lebih dari 200 kasus.