Mau Perpanjang STNK? Ini Lokasi Samsat Keliling di Sleman
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan hingga H-6 pelantikan Penjabat Wali Kota Jogja dan Bupati Kulonprogo belum mengetahui siapa nama yang dipilih Mendagri. Pemda DIY mengusulkan enam nama yang diajukan ke Mendagri untuk dipilih dua orang guna menduduki dua jabatan tersebut.
Sebagaimana diketahui dua jabatan penting Wali Kota Jogja dan Bupati Kulonprogo akan diisi dari kalangan PNS yang berdinas di lingkungan Pemda DIY. Dua penjabat tersebut akan dilantik pada Minggu (22/5/2022) mendatang.
Sultan mengaku belum mengetahui nama yang bakal ditunjuk untuk menduduki jabatan Penjabat Wali Kota Jogja dan Bupati Kulonprogo. Pemda DIY belum menerima surat resmi penunjukan dari Kemendagri untuk menduduki jabatan tersebut. Menurut Sultan pemilihan itu sepenuhnya menjadi kewenangan Mendagri.
BACA JUGA: Ustaz Abdul Somad Dideportasi, KBRI Singapura Disebut Asal Bicara
“Ora ngerti aku, saya belum dapat keputusan kok. Namanya [yang diajukan] ada tiga [Penjabat Wali Kota] tiga [calon penjabat Bupati], saya kan enggak tahu. Mengko nek aku jawab iyo opo ora kan aku salah [kalau saya menjawab nanti salah bukan nama tersebut]. Saya belum terima suratnya belum ada kok. Tiga yang diajukan berarti satu satu dipilih, saya belum tahu persis siapa yang dipilih. Karena itu kan wewenangnya di departemen [Kemendagri],” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Selasa (17/5/20220 sore.
Sultan justru meminta kepada wartawan menanyakan nama tersebut detailnya ke Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Ia menegaskan tidak bermaksud menyimpan nama yang bakal menduduki dua jabatan penting itu. Akan tetapi karena memang Raja Ngayogyakarta ini belum mengetahui siapa yang mendapatkan rekomendasi persetujuan resmi dari Kemendagri.
“Coba tanya pak Sekda, aku ora ngerti, bener, bukan menyimpan nama, enggak tahu bener, saya belum terima surat. Tiga orang saya takut keliru, misalnya saya ngomong [menyebutkan nama] kalau keputusane menteri beda piye? [kalau beda dengan keputusan Mendagri bagaimana?],” kata Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Arab Saudi mengancam respons tegas terhadap Houthi setelah serangan rudal dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.