Advertisement

Bantul Bersiap Hadapi Kekeringan

Ujang Hasanudin
Kamis, 19 Mei 2022 - 20:37 WIB
Budi Cahyana
Bantul Bersiap Hadapi Kekeringan Ilustrasi - JIBI/Sunaryo Haryo Bayu

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang berdampak pada bencana kekeringan di sejumlah wilayah. BPBD pun sudah memetakan beberapa wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.

Sejumlah wilayah yang masuk kategori kekeringan paling tinggi atau masuk zona merah karena setiap tahun kekeringan adalah daerah yang berada di Kapanewon Dlingo, Pundong, dan Piyungan. Tiga kapanewon atau kecamatan tersebut menjadi langganan kekeringan setiap tahun karena wilayah perbukitan sehingga sumber air jarang.

BACA JUGA: Tenggak Miras Oplosan di Berbah Sleman, 3 Orang Tewas

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Potensi kekeringan sedang atau zona kuning ada di Kapanewon Imogiri, Pleret, sebagian Pajangan, sebagian Kretek, dan Kapanewon Sedayu, “Sementara untuk yang lainnya masuk zona hijau kekeringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, saat dihubungi Kamis (19/5/2022).

Namun demikian, menurut Agus Yuli sampai saat ini belum ada wilayah yang mengajukan suplai atau droping air bersih. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran maupun armada untuk droping air. Selain itu, instansi lain, kata dia, biasanya juga sudah menyiapkan anggaran dan armada droping air seperti dinas sosial.

Selain rawan kekeringan, pada musim kemarau juga rawan terjadi kebakaran lahan sehingga armada pemadam kebakaran sudah disiagakan, “Berdasarkan keterangan BMKG, musim kemarau akan terjadi di akhir bulan ini. sementara sampai pertengahan Mei baru masuk musim pancaroba atau peralihan musim dari musim hujan ke musm kemarau,” katanya.

BACA JUGA: Tak Kula Nuwun saat Foto di Pohon Randu, Warga Turi Yakin Hasil Fotonya Bakal Jelek

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana angin kencang pancaroba seperti saat ini. Sebab, potensi bencana tersebut akan meningkat saat pancaroba seiring dengan hujan lebat yang terkadang masih turun.

Menurutnya, masyarakat juga perlu mewaspadai angin kencang yang ancamannya juga hampir merata di seluruh kapanewon di Bantul. “Pada peralihan musim seperti saat ini angin kencang masih berpotensi terjadi tergantung kondisi cuaca dan peringatan dininya. Potensinya pun hampir bisa terjadi di seluruh wilayah,” kata Aka. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement