Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Ilustrasi/JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang berdampak pada bencana kekeringan di sejumlah wilayah. BPBD pun sudah memetakan beberapa wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.
Sejumlah wilayah yang masuk kategori kekeringan paling tinggi atau masuk zona merah karena setiap tahun kekeringan adalah daerah yang berada di Kapanewon Dlingo, Pundong, dan Piyungan. Tiga kapanewon atau kecamatan tersebut menjadi langganan kekeringan setiap tahun karena wilayah perbukitan sehingga sumber air jarang.
BACA JUGA: Tenggak Miras Oplosan di Berbah Sleman, 3 Orang Tewas
Potensi kekeringan sedang atau zona kuning ada di Kapanewon Imogiri, Pleret, sebagian Pajangan, sebagian Kretek, dan Kapanewon Sedayu, “Sementara untuk yang lainnya masuk zona hijau kekeringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, saat dihubungi Kamis (19/5/2022).
Namun demikian, menurut Agus Yuli sampai saat ini belum ada wilayah yang mengajukan suplai atau droping air bersih. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran maupun armada untuk droping air. Selain itu, instansi lain, kata dia, biasanya juga sudah menyiapkan anggaran dan armada droping air seperti dinas sosial.
Selain rawan kekeringan, pada musim kemarau juga rawan terjadi kebakaran lahan sehingga armada pemadam kebakaran sudah disiagakan, “Berdasarkan keterangan BMKG, musim kemarau akan terjadi di akhir bulan ini. sementara sampai pertengahan Mei baru masuk musim pancaroba atau peralihan musim dari musim hujan ke musm kemarau,” katanya.
BACA JUGA: Tak Kula Nuwun saat Foto di Pohon Randu, Warga Turi Yakin Hasil Fotonya Bakal Jelek
Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana angin kencang pancaroba seperti saat ini. Sebab, potensi bencana tersebut akan meningkat saat pancaroba seiring dengan hujan lebat yang terkadang masih turun.
Menurutnya, masyarakat juga perlu mewaspadai angin kencang yang ancamannya juga hampir merata di seluruh kapanewon di Bantul. “Pada peralihan musim seperti saat ini angin kencang masih berpotensi terjadi tergantung kondisi cuaca dan peringatan dininya. Potensinya pun hampir bisa terjadi di seluruh wilayah,” kata Aka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Pemerintah menyiapkan water bombing, helikopter, pesawat, hingga modifikasi cuaca untuk menghadapi karhutla Bromo di tengah El Nino.
Polda Metro Jaya menaikkan kasus kematian Sutrimo ke penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah pada Rabu (12/8/2026).
Polda Metro Jaya memeriksa Bigmo terkait dugaan promosi likuid vape bersama anak. Simak kasus dan aturan iklan rokok elektronik.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Potensi produksi nanas yang cukup melimpah di sekitar Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menjadi peluang