Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi/JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang berdampak pada bencana kekeringan di sejumlah wilayah. BPBD pun sudah memetakan beberapa wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.
Sejumlah wilayah yang masuk kategori kekeringan paling tinggi atau masuk zona merah karena setiap tahun kekeringan adalah daerah yang berada di Kapanewon Dlingo, Pundong, dan Piyungan. Tiga kapanewon atau kecamatan tersebut menjadi langganan kekeringan setiap tahun karena wilayah perbukitan sehingga sumber air jarang.
BACA JUGA: Tenggak Miras Oplosan di Berbah Sleman, 3 Orang Tewas
Potensi kekeringan sedang atau zona kuning ada di Kapanewon Imogiri, Pleret, sebagian Pajangan, sebagian Kretek, dan Kapanewon Sedayu, “Sementara untuk yang lainnya masuk zona hijau kekeringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, saat dihubungi Kamis (19/5/2022).
Namun demikian, menurut Agus Yuli sampai saat ini belum ada wilayah yang mengajukan suplai atau droping air bersih. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran maupun armada untuk droping air. Selain itu, instansi lain, kata dia, biasanya juga sudah menyiapkan anggaran dan armada droping air seperti dinas sosial.
Selain rawan kekeringan, pada musim kemarau juga rawan terjadi kebakaran lahan sehingga armada pemadam kebakaran sudah disiagakan, “Berdasarkan keterangan BMKG, musim kemarau akan terjadi di akhir bulan ini. sementara sampai pertengahan Mei baru masuk musim pancaroba atau peralihan musim dari musim hujan ke musm kemarau,” katanya.
BACA JUGA: Tak Kula Nuwun saat Foto di Pohon Randu, Warga Turi Yakin Hasil Fotonya Bakal Jelek
Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana angin kencang pancaroba seperti saat ini. Sebab, potensi bencana tersebut akan meningkat saat pancaroba seiring dengan hujan lebat yang terkadang masih turun.
Menurutnya, masyarakat juga perlu mewaspadai angin kencang yang ancamannya juga hampir merata di seluruh kapanewon di Bantul. “Pada peralihan musim seperti saat ini angin kencang masih berpotensi terjadi tergantung kondisi cuaca dan peringatan dininya. Potensinya pun hampir bisa terjadi di seluruh wilayah,” kata Aka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.
FIFA menuduh UEFA melakukan pelecehan terhadap Gianni Infantino dan mencoba memengaruhi pemilihan presiden FIFA lewat sengketa FFE.
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 di Motegi berlangsung 2–4 Oktober. Jorge Martín hanya unggul 12 poin atas Marc Márquez.
Janice Tjen akan berduet dengan Venus Williams di Guangzhou Open 2026. Turnamen berlangsung 26 Oktober hingga 1 November.