Advertisement
Resmi Tinggalkan Balai Kota, Terima Kasih Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi menuntaskan masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja periode 2017-2022 per 22 Mei 2022.
Bagi Heroe Poerwadi, ini merupakan periode pertamanya. Sementara untuk Haryadi, ini merupakan periode ketiga, setelah periode sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jogja periode 2006-2011 dan Wali Kota Jogja periode 2011-2016.
Advertisement
Haryadi merasakan syukur dan haru dalam satu waktu. Bersyukur bisa menyelesaikan tugas dari awal sampai akhir dalam keadaan sehat. Merupakan sebuah anugerah bisa menyelesaikan kepemimpinan sampai tuntas. Tidak jarang ada yang berhenti di tengah jalan, entah apa pun alasannya.
“Sedih karena waktu 15 tahun cepat sekali,” kata Haryadi dalam acara Persembahan Penghantar Akhir Masa Jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja bertajuk Untukmu Jogja, di kompleks Balai Kota Jogja, Umbulharjo, Jogja, Minggu (22/5/2022).
“Kalau orang kerja, waktu tidak akan pernah cukup, tapi kita dibatasi waktu sehari 24 jam.”
BACA JUGA: Pimpin Jogja hingga Setahun ke Depan, Apa Kata Pejabat Ini?
Sementara menurut Heroe Poerwadi, bisa menyelesaikan periode lima tahun juga sebuah kebahagiaan luar biasa. Terlebih bisa melewati masa pandemi Covid-19 dengan semangat gotong royong. Heroe berharap ke depan Kota Jogja lebih baik lagi.
“Setiap orang ada waktunya, dan setiap waktu pasti ada orangnya. Setiap langkah pasti meninggalkan jejak, dan setiap jejak masing-masing punya makna dan arti yang ditinggalkannya,” katanya.
Hadir dalam acara, Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi, yang menyatakan siap mengemban amanah. Meski bukan asli Jogja, namun kota dengan segala keindahan sudutnya ini sudah mendarah daging bagi Sumadi. “Apabila Palestina disebut kota yang dijanjikan, Jogja adalah tanah yang ditakdirkan,” kata Sumadi.
Hal ini merujuk pada rasa cinta masyarakat pada Jogja. Bagi orang yang pernah sekolah, tinggal, atau berkunjung ke Jogja, maka dia akan memiliki rasa rindu untuk kembali. Meski kotanya kecil, namun dinamikanya besar. Banyak orang penting berasal dari tempaan dinamika di Jogja.
“Dengan dinamika yang besar ini, nilai estetika dan budaya tetap terjaga. Biaya hidup juga relatif murah dibanding daerah sekitar. Jogja adalah milik kita semua, mari kita rawat dan jaga bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Ada Gempa Magnitudo 5 Ditenggara Cilacap, BPBD: Kami Masih Lakukan Pemantauan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
Advertisement
Advertisement