Advertisement

Seorang Bocah Tenggelam di Pantai Congot, Proses Pencarian Masih Berlangsung

Anisatul Umah
Rabu, 01 Juni 2022 - 15:47 WIB
Budi Cahyana
Seorang Bocah Tenggelam di Pantai Congot, Proses Pencarian Masih Berlangsung Pencarian korban tenggelam di Pantai Congot, Kulonprogo. - Istimewa/Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang bocah bernama Anang Setyawan Pambudi, 13, tenggelam di Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kulonprogo, pada Selasa (31/5/2022) sore. Sampai Rabu (1/6/2022) siang, pencarian masih berlangsung.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, mengatakan hingga sekitar pukul 13.00 WIB korban belum ditemukan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pencarian korban pada hari ini dimulai dari pukul 07.00 WIB. Tim SAR dibagi menjadi empat SAR Rescue Unit (SRU).

SRU pertama melakukan pencarian di pos SAR gabungan ke arah timur sampai TKP. Lalu SRU kedua dari TKP ke arah timur sampai TPI Bayeman. SRU ketiga melakukan pencarian dari TPI Bayeman ke timur sampai selatan menara pandang bandara.

"SRU keempat dari selatan menara pandang bandara ke timur sampai labuhan," jelasnya.

Satlinmas juga akan menurunkan perahu jukung dari Glagah apabila cuaca dan gelombang laut mendukung.

Insiden berawal saat Anang Setyawan Pambudi, asal Tangkisan III dijemput tiga temannya pada pukul 14.20 WIB untuk berangkat ke Pantai Congot.

Sesampainya di lokasi, tiga dari empat bocah ini bermain air dan mandi menggunakan batang pohon pisang. Mereka adalah Anang Setyawan Pambudi, Raka Septiano, dan Aji Purwoko.

Advertisement

Sementara, satu lagi bernama Anggit tidak ikut mandi. Lalu tiga korban ini masuk ke area palung dan terseret ke selatan, ketiganya terpisah karena derasnya arus laut.

Raka Septiano meraih tangan korban tetapi korban tidak bisa tertolong akibat arus deras dan ombak laut sehingga terseret ke tengah.

"Atas kejadian tersebut dua orang bisa menyelamatkan diri dan satu orang terseret arus dan hilang," tuturnya.

Advertisement

Larangan tidak mandi di laut sudah ada, tetapi korban berada di sebelah timur area pos pantauan dan berada di daerah sepi.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement