DPAD DIY Terus Ajak Masyarakat Luas Nonton Diorama
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus memperkenalkan Diorama Arsip Jogja kepada masyarakat luas.
Deretan andong berkirab saat acara unduh-unduh di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Minggu (9/6/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-Seekor kuda dilaporkan berlari kencang tidak terkendali di Jalan Malioboro. Hewan penarik andong itu juga dikabarkan menabrak becak dan wisatawan yang sedang bersepeda.
Hal tersebut dilaporkan salah satu akun media sosial Instagram @merapi_uncover. "[Breaking News] Jaran tanpa kendali di Malioboro nabrak becak ????," caption dalam unggahan akun tersebut dikutip Harianjogja.com, Jumat (3/6/2022).
Dalam video yang dia unggah, terlihat ratusan orang berkerumun di Jalan Malioboro saat malam hari. Mereka mengerumuni sebuah becak yang ada di bahu Jalan Malioboro.
Dalam suara yang terdengar dalam rekaman video itu dijelaskan bahwa ada kuda yang tiba-tiba lari dan kemudian menabrak becak. "Banter banget tenan [kencang sekali] tanpa kendali, ra umum tenan," bunyi suara itu.
Netizen yang diduga ada di lokasi saat kejadian juga ikut membenarkan informasi.
"Iyo kwi santer bgt mlayu jarane,ngeri pokokke [Iya kencang sekali kudanya berlari, mengerikan]," tulis salah satu akun dalam kolom komentar.
Yang lain juga menimpali bahwa kuda berlari kencang saat dirinya sedang asyik berfoto di seputaran Mal Malioboro.
"Kudane kenceng bgtt semalem.. Pas aku lagi foto di jalan area depan mall," tulisnya.
"nah iki mau , aku sampe merinding , di depan mall nabrak mas2 lagi pit2an [sepedaan]," timpal yang lain.
Melihat unggahan itu, banyak orang merasa iba pada kuda tersebut. Mereka menilai kuda juga butuh dirawat dengan baik dan tidak hanya dikuras tenaganya untuk menarik andong.
"Namanya hewan pasti ada kalanya susah dikendalikan. Namun hal ini mungkin bisa diantisipasi. Misal ada pengecekan kesehatan kuda secara rutin, faktor sarana dan prasarana juga jd poin penting yg harus di evaluasi serta dibenahi. Yok pariwisata Jogja bisa maju yok," tulis salah satu akun.
"Jaran e ora mung kon mbut gawe mawon pak, kolo2 yo dimanja.....jaran yo due perasaan j [Kudanya jangan hanya disuruh kerja Pak, sekali-sekali dimanja. Kuda juga punya perasaan]," timpal yang lain.
Ada pula yang menilai kuda tersebut kelelahan. "Mungkin faktor kelelahan dan stress , memang kadang saya liat sampe kehujanan tu kuda kuda yang ada di Malioboro," tulis warganet.
Permasalahan kuda Malioboro juga sempat mencuat ke publik sebelumnya. Kuda yang dibiarkan hujan-hujanan di tepi Jalan Malioboro itu sempat membuat mereka geram. Seolah-olah tidak ada rasa iba untuk hewan-hewan yang sudah berjasa menarik andong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus memperkenalkan Diorama Arsip Jogja kepada masyarakat luas.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.