BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Bawaslu Bantul saat memberikan keterangan pers di Bawaslu Bantul, Sabtu (11/6/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul sudah membuka pendaftaran pemantau pemilu serentak 2024 mendatang. Meski pemilu serentak masih dua tahun lagi, tahapan pemilu sudah dimulai dari 14 Juni 2022.
Anggota Bawaslu Bantul Bidang Hukum, Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat, Dhenok Panuntun Tri Suci Asmawati, mengatakan bawaslu provinsi maupun bawaslu kabupaten kota sudah siap menerima pendaftaran pemantau pemilu sebagaimana telah diatur dalam UU No.7/2017 dan Peraturan Bawaslu No.3/2017.
Adapun syarat calon pemantau pemilu, yakni lembaga berbadan hukum yang terdaftar pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, bersifat independen, mempunyai sumber dana yang jelas, dan terakreditasi dari Bawaslu, baik bawaslu provinsi maupun bawaslu kabupaten dan kota sesuai dengan cangkupan kewilayahan.
“Pengawasan bersama menjelang tahapan pemilu serentak 2024 yang akan dimulai pada 14 Juni 2022. Bawaslu mengajak semua pihak lapisan masyarakat untuk melakukan pengawasan bersama pada seluruh proses penyelenggaraan tahapan pemilu serentak 2024,” kata Dhenok, Sabtu (11/6/2022).
Dhenok mengakui saat ini belum ada yang mendaftar pemantau pemilu. Ia berharap lembaga masyarakat, ormas, maupun perguruan tinggi untuk segera mendaftar menjadi pemantau pemilu. Saat ini Bawaslu Bantul sudah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif dengan melakukan kerjasama berbagai pihak, yakni pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), Polres Bantul, Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) AN-Nur, serta melakukan pengembangan kalurahan Anti Politik Uang (APU) di wilayah Bantul.
Anggota Bawaslu Bidang Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Supardi menambahkan kalurahan APU akan terus dikembangkan dan diharapkan terbentuk di 75 kalurahan se-Bantul. Saat ini kalurahan APU baru terbentuk di 13 kalurahan, yakni Kalurahan Murtigading (Kapanewon Sanden), Tirtohargo (Kretek), Wirokerten (Banguntapan), Panggungharjo (Sewon), Dlingo (Dlingo), Sitimulyo (Piyungan), Temuwuh (Dlingo), Sriharjo (Imogiri), Pleret (Pleret), Canden (Jetis), Tirtonirmolo (Kasihan), Terong (Dlingo), Srigading (Sanden).
Saat ini Bawalu masih terus melakukan sosialisasi terbentukanya kalurahan APU. Dalam waktu dekat ini kemungkinan akan terbentuk kalurahan APU Kapanwon Sedayu, yakni Kalurahan Argodadi, Argomulyo, Argosasi, dan Argorejo dan di Kapanewon Pajangan ada Kalurahan Trwidadi.
“Proses lebih lanjut kami coba menggandeng beberapa kalurahan lagi untuk ikut jadi APU. Pengembangan APU menggandeng OPD terkait seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik [Kesbangpol] dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan [PMK]. Supaya proses pembentukan APU ke depan cepat. Harapan 75 kalurahan semua jadi kalurahan APU,” kata Supardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Viral tagging parkir memicu cekcok di tempat umum. Simak 10 etika parkir agar tidak mengganggu pengguna lain dan memicu konflik.
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.
Dishub Jogja menegaskan target pendapatan parkir harus tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.