Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Jajaran Dinas Kebudayaan DIY bersama penumpang bus JHT bergambar bersama seusai seremonial pemberian buket bunga kepada penumpang ke 1.500 bus itu, Selasa (14/6/2022) di Museum Sonobudoyo-Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY mengapresiasi penumpang ke 1.500 bus Jogja Heritage Track (JHT) pada Selasa (14/6/2022). Sejak resmi diluncurkan beberapa waktu lalu antusiasme warga untuk berkeliling menggunakan bus itu cukup signifikan.
Apresiasi pemberian buket bunga dilakukan secara simbolis kepada penumpang ke 1.500 di Museum Sonobudoyo. Adapun penumpang yang beruntung itu berasal dari Kemantren Gondomanan dan Kelurahan Ngupasan.
"Banyak hal yang kami peroleh dari perjalanan satu sampai dua jam dengan bus ini, luar biasa sekali untuk mengenalkan makna dari Sumbu Filosofi dan berbagai bangunan serta cagar budaya yang ada di Jogja," kata Rini peserta dari Kemantren Gondomanan.
Dia mengapresiasi upaya Dinas Kebudayaan yang berusaha mengenalkan kawasan Sumbu Filosofi dengan inovasi yang baru. Ia juga merasa bangga setelah mengetahui makna Sumbu Filosofi serta ragam arsitektur bangunan yang dimiliki Jogja.
BACA JUGA: Begini Gambaran Ancaman Banjir Rob di Pesisir Jogja Menurut BMKG
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menyebut, antusiasme masyarakat untuk naik dan berkeliling dengan bus JHT memang cukup signifikan. Saking antusiasnya, antrean bahkan sudah penuh untuk beberapa waktu ke depan.
Pada seremonial perayaan penumpang yang ke 1.500 ini ada sejumlah hal yang menjadi evaluasi dari Dinas Kebudayaan berkaitan dengan operasional bus JHT. "Khususnya berkaitan dengan substansi dulu ya, kan kategorinya agak berat. Jadi bagaimana edukator mampu menceritakan dengan menyenangkan," ujarnya.
Untuk saat ini, penumpang bus JHT masih dikhususkan kepada warga DIY. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab Dinas Kebudayaan menganggap masih ada warga setempat yang belum tahu soal makna Sumbu Filosofi dan pengajuan Jogja sebagai warisan budaya dunia.
Dinas Kebudayaan DIY juga mengharuskan penumpang untuk mendaftar melalui daring untuk bisa merasakan pengalaman menaiki bus JHT. Setelah diberi jadwal, penumpang akan diajak berkeliling ke sejumlah tempat di area Sumbu Filosofi berikut bangunan bersejarah yang dimiliki Jogja.
"Banyak hal yang harus kami kebut, minimal masyarakat itu tahu bahwa daerahnya maju sebagai warisan dunia dan tahu yang menjadi nominasi itu seperti apa substansinya," ucap Dian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.