Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogja menyatakan dampak potensi rob yang diprakirakan terjadi di sepanjang pesisir selatan Jogja mulai 14 hingga 23 Juni 2022 tidak seperti yang biasa terjadi di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
"Karena kita daratannya lebih tinggi dari muka air laut sehingga rob yang terjadi di selatan DIY beda dengan yang terjadi di Jawa Tengah bagian utara," kata Kepala Kelompok Data Analisis Prakirawan BMKG Yogyakarta Romadi saat dikonfirmasi di Jogja, Selasa (14/6/2022).
Ia menuturkan dampak rob di pesisir selatan Jogja bakal memiliki jangkauan yang bervariasi menyesuaikan ketinggian daratan.
"Kalau seperti di Pantai Samas itu lebih pendek mungkin jangkauannya akan lebih jauh," ujar dia.
Meski berpotensi memicu abrasi atau kerusakan di sepanjang garis pantai, ia memastikan gelombang rob tersebut tidak sampai menjangkau permukiman warga.
BACA JUGA: Hore! Jokowi Putuskan Harga Tiket Candi Borobudur Batal Naik, Kuota Dibatasi
"DIY ini antara permukaan air laut dengan daratan alhamdulillah lebih tinggi daratan sehingga rob tersebut tidak akan sampai menjangkau permukiman," ujar dia.
Ia juga meminta masyarakat yang beraktivitas di sepanjang pantai selatan, khususnya para wisatawan serta nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak rob.
"Mendekati musim liburan ini kami berharap wisatawan menghindari mandi di pantai, kemudian para nelayan yang menggunakan kapal tempel agar berhati-hati dengan memantau informasi dari BMKG," kata dia.
Romadi menuturkan gelombang rob diprakirakan terjadi akibat adanya pengaruh fenomena supermoon, yaitu fase bulan purnama yang bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi.
Adapun jarak terdekat Bulan dengan Bumi bakal terjadi pada tanggal 14 Juni 2022.
Pada jarak terdekat tersebut, tinggi gelombang di pesisir selatan DIY diperkirakan mencapai 2,5 hingga empat meter lebih.
Gelombang tinggi tersebut juga dipicu munculnya pola tekanan rendah di barat Australia, barat daya Sumatera, dan barat daya Kalimantan.
"Pola tekanan rendah tersebut membentuk pola kecepatan angin yang konsisten dengan kecepatan bisa mencapai 45 km per jam bahkan lebih, pola kecepatan yang kencang ini juga memengaruhi tinggi gelombang yang cukup tinggi," kata dia.
BMKG Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di pesisir selatan DIY yang berlaku mulai 13 sampai 23 Juni 2022.
"Potensi gelombang tinggi ini hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.
Harga mobil LCGC Oktober 2026 mulai Rp141 jutaan. Simak harga Ayla, Sigra, Agya, Calya, dan Brio Satya.
Italia menahan Prancis 1-1 di Nations League. Roberto Mancini menilai hasil tersebut menjadi langkah positif bagi Gli Azzurri.
Meta membuka Muse Gadgets agar pengembang bisa membuat perangkat yang menjalankan agen AI Muse, termasuk melalui Muse Home Link.