Advertisement

Antisipasi Masuknya Covid-19 BA.4 dan BA.5, Pemda Siapkan Laboratorium

Sunartono
Senin, 20 Juni 2022 - 23:07 WIB
Arief Junianto
Antisipasi Masuknya Covid-19 BA.4 dan BA.5, Pemda Siapkan Laboratorium Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie. - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menyiapkan laboratorium untuk mengantisipasi penularan varian baru Covid-19 BA.4 dan BA.5. Sampai saat ini varian baru tersebut belum ditemukan kasusnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan penyiapan semua laboratorium di DIY termasuk Labkesda menjadi salah satu antisipasi pencegahan varian baru BA.4 dan BA.5.

"Sampai hari ini di DIY belum ditemukan [kasus varian BA.4 dan BA.5] dan kami berharap itu tidak ada. Kami tetap lakukan antisipasinya semua laboratorium harus siap, termasuk Labkesda," katanya di sela-sela serah terima jabatan Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY dari Setyarini Hestu Lestari kepada Woro Umi Ratih di Kantor BLKK DIY, Senin (20/6/2022).

BACA JUGA: Tak Kalah Canggih, Labkesda DIY Diminta Mampu Bersaing dengan Lab Swasta

Pembajun menambahkan hingga saat ini Labkes masih melakukan pemeriksaan tracing Covid-19. Meski jumlahnya sudah mulai menurun seiring penurunan kasus. Selain itu memaksimalkan laboratorium jejaring seperti BBTKLPP dan UGM.

Peran laboratorium seperti BLKK sangat penting. Tentunya sampai masyarakat tetap membutuhkan. Ia optimistis sepanjang masyarakat menjadikan PHBS sebagai lifestyle maka dengan sadar memeriksakan diri, cek laboratorium sehingga dapat mencegah penularan secara dini.

"Di Labkesda tetap melakukan tracing setiap hari walaupun tidak segencar dulu. Namun tetap kami lakukan. Kemudian jejaring kami lab UGM, Sardjito, BBTKLPP juga menjadi tempat rujukan," katanya.

BACA JUGA: Verifikasi Jalur Mutu PPDB SMP Jogja Dimulai, Murid Harus Cermat Tentukan Sekolah

Kepala BLKK DIY Woro Umi Ratih menambahkan saat ini jumlah pemeriksaan sampel tracing Covid-19 di BLKK setiap harinya di bawah 50 sampel. Jumlah ini menyesuaikan dengan kondisi kasus yang mulai landai. "Karena sampel yang dikirimi dari Puskesmas juga kecil, namun kami terus lakukan tracing setiap hari," ujarnya.

Ia mengatakan saat kasus DIY sedang tinggi-tingginya, dalam sehari BLKK memeriksa 2.000 sampel.

Advertisement

"Dahulu waktu terjadi kasus tinggi-tingginya dalam sehari mencapai 2.000 sampel, sampai petugas lab tidak tidur," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erick Thohir: Rasio Utang BUMN Turun Jadi 35 Persen

News
| Selasa, 05 Juli 2022, 04:47 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement