Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Salah seorang anak sedang bermain ponsel di jalan alternatif Semanu-Rongkop di Dusun Mojo, Dadapayu, Semanu, Senin (27/6/2022). Di lokasi ini sering dipergunakan warga Dusun Ngalangombo untuk berkomunikasi karena akses sinyal yang mudah-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah daerah di Gunungkidul masih ada yang kesusahan sinyal telekomunikasi. Keluhan salah satunya disuarakan oleh warga Dusun Ngalangombo, Dadapayu, Semanu, Gunungkidul.
Lokasi dusun ini berada di perbatasan dengan wilayah Kecamatan Rongkop. Dari geografis berada di pedalaman dan lokasinya di dataran rendah yang dikelilingi puluhan bukit yang tergabung dalam gugusan karts Gunung Sewu.
Ketua RT2/RW1, Dusun Ngalangombo, Agus Triyono mengatakan, wilayahnya termasuk susah sinyal. Akibatnya akses telekomunikasi warga menjadi terbatas. “Dari berbagai operator yang ada, hanya satu yang bisa masuk, tapi sinyalnya tidak stabil. Kadang hilang, kadang muncul lagi,” kata Agus, Senin (27/6/2022).
Menurut dia, sinyal telekomunikasi tidak stabil karena kondisi wilayah berada di dataran rendah. Selain itu, wilayah Ngalangombo juga dikelilingi perbukitan dari gugusan karts Gunung Sewu. “Mungkin ini yang memberikan pengaruh sehingga sinyal komunikasi disini sulit. Hampir semua tidak ada, karena hanya ada di beberapa titik saja. Tapi, keberadannya juga tidak stabil,” katanya.
Agus mengungkapkan, mayoritas warga sudah memiliki ponsel sendiri-sendiri. Namun, untuk kelancaran dalam berkomunikasi sering berjalan sekitar lima kilometer ke jalan alternatif penghubung antara Kapanewon Semanu dan Rongkop.
BACA JUGA: Pendaki Gunung Lawu Dilarang Pakai Pakaian Bermotif Mrutu Sewu, Ini Penjelasannya
“Ya kalau tetap di sini [Ngalangombo] untuk komunikasi sulit karena sinyal hampir tidak ada. Jadi, harus ke jalan beraspal karena di sana yang ada sinyalnya, tapi memang jaraknya lumayan jauh,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua RT04/RW01 di Dusun Ngalangombo, Siswadi. Menurut dia, akses komunikasi warga sangat terbatas karena wilayahnya termasuk susah sinyal. “Kalau mau lancar harus ke jalan raya. Jaraknya lumaya sekitar lima kilometer,” katanya.
Siswadi menuturkan, sebenarnya ada satu cara untuk mempermudah telekomunikasi dengan memanfaatkan wifi yang dipasang secara paralel. Meski demikian, warga harus merogoh kocek lebih karena untuk membeli peralatan membutuhkan biaya sekitar Rp700.000. Sedangkan setiap bulannya juga masih membayar pulsa.
“Jadi tidak semua warga punya akses wifi ini. Kalau pengen mudah yak e jalan raya Semanu-Rongkop di Dusun Mojo, Dadapayu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
BLT Kesra Rp900.000 2026 masih dicari. Cek desil, NIK, syarat, dan status bansos melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Survei Kaspersky 2026: 77% pengguna HP rutin update sistem, PC 53%. Simak perbedaan kebiasaan kebersihan digital dan keamanannya
PSS Sleman tertinggal 0-1 dari Madura United di babak pertama. Dimitar Mitkov mencetak gol menit ke-45 setelah sempat dianulir VAR.
Persija unggul 1-0 atas Persib pada pekan kedua Super League 2026/2027. Alexander Jeremejeff mencetak gol pada menit ke-41.
Uni Eropa mulai mewajibkan produsen melaporkan kerentanan siber aktif dalam 24 jam dan notifikasi lengkap maksimal 72 jam.