Hadiri KTT Asean, Prabowo Tegaskan Pentingnya Persatuan Asean
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpu
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Stunting masih menjadi momok bagi perkembangan anak balita di Bantul.
Tercatat hingga kini masih ada ribuan anak balita yang mengalami stunting di Bumi Projotamansari.
Itulah sebabnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengerahkan ribuan anggota tim pendamping keluarga serta menyiapkan pendanaan untuk menangani masalah tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Bantul, Ninik Istitarini mengatakan jumlah anak balita yang mengalami stunting saat ini ada sekitar 3.056 anak dari total 45.000 lebih anak balita. Angka itu dihitung per triwulan I tahun ini.
Jumlah tersebut diakuinya masih rendah dibandingkan angka stunting DIY maupun nasional. Bahkan angka itu pun sudah turun ketimbang tahun lalu yang persentasenya mencapai 8,37%.
“Tetapi tetap upaya kami mencapai zero stunting,” kata Ninik, seusai acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 29 dengan tema Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting di pasar Seni dan Wisata Gabusan, Selasa (28/6/2022).
Adapun beberapa upaya yang saat ini dilakukan adalah melalui program sosialisasi dan pencegahan saat hamil atau bahkan sebelum ibu hamil.
Menurutnya tidak semua ibu hamil di Bantul mengetahui apakah bayi yang akan dilahirkannya berpotensi stunting atau tidak dan bagaimana cara pencegahannya.
Oleh sebab itu, dinasnya berupaya melakukan pencegahan usia pranikah melalui pendampingan calon pengantin tiga bulan sebelum pernikahan.
“Ada tim pendamping keluarga untuk mendampingi ibu hamil mulai tiga bulan sebelum nikah, untuk mengetahui kesehatan dulu, kemudian berat badan, tinggi badan, lingkar tangan, atau mengalami anemia atau tidak, kalau ada gangguan kesehatan boleh menikah tapi kehamilan ditunda, disembuhkan dulu kesehatannya,” papar Ninik.
Tidak tanggung-tanggung, tim pendamping keluarga yang dikerahkan sebanyak 1.218 orang yang sudah tersertifikasi yang terdiri dari unsur bidan, kader PKK dan unsur kader Keluarga Berencana (KB).
Tim tersebut akan bekerja untuk memetakan ibu hamil di setiap pedukuhan, termasuk melakukan skrining calon pengantin, terutama pengantin putri.
Mereka akan memantau ibu hamil minimal delapan kali dengan mengunjungi langsung orang hamil dan memantau pasca-persalinannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpu
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.