Advertisement

Padat Karya di Bakal Dukuh Argodadi Bantul, Pembangunan Drainase Efektif Cegah Banjir

Media Digital
Kamis, 30 Juni 2022 - 22:47 WIB
Budi Cahyana
Padat Karya di Bakal Dukuh Argodadi Bantul, Pembangunan Drainase Efektif Cegah Banjir Sejumlah pekerja sedang mengerjakan drainase dalam program padat karya infrastruktur di Dusun Bakal Dukuh, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kamis (30/6/2022). - Istimewa

Advertisement

BANTUL—Warga Padukuhan Bakal Dukuh, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Bantul, mengapresiasi program padat karya berupa pembangunan drainase di dusunnya. Sebab, program padat karya infrastruktur pembangunan drainase seluas 131 meter tersebut sangat membantu mencegah terjadinya banjir dan genangan air saat musim hujan.

Bakal Dukuh merupakan salah satu lokasi dari 99 lokasi yang disasar program padat karya yang berasal dari APBD Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul. Masyarakat setempat mengakui program tersebut cukup bermanfaat dari segi ekonomi dan lingkungan.

Ketua Kelompok Padat Karya Padukuhan Bakal Dukuh Tri Mulyono mengatakan dengan adanya proyek padat karya infrastruktur, masyarakat sangat terbantu dari segi ekonomi. Sebab, program tersebut memiliki sistem upah untuk pekerjanya yang sebagian besar merupakan masyarakat sekitar sendiri, terutama masyarakat miskin yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Upah tentu sangat berdampak untuk membangkitkan ekonomi masyarakat pascapandemi Covid-19 seperti saat ini. Selama pandemi kemarin sebagian masyarakat yang terlibat sebagai pekerja juga hampir tidak memiliki penghasilan apa pun karena berbagai pembatasan,” kata Tri Mulyono, Kamis (30/6).

Tri Mulyono mengatakan total ada 26 pekerja yang terlibat dalam pembangunan drainase sepanjang 131 meter tersebut. Pekerjaan sudah dimulai sejak 27 Juni lalu dan akan berakhir selama 21 hari. Dari pekerjaan tersebut, pekerja mendapatkan upah Rp70.000 per hari, tukang Rp80.000 per hari dan ketua kelompok Rp90.000 per hari.

Selain berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar untuk proses pengerjaan proyeknya, kata Tri Mulyono, hasil infrastruktur dari program tersebut juga berdampak positif bagi lingkungan Padukuhan Bakal Dukuh. Sebab setiap musim hujan wilayah tersebut sering tergenang air hujan di jalan kampung sampai pekarangan rumah warga, “Dengan adanya drainase aliran air hujan bisa lancar mengalir dari pemukiman menuju sungai,” ujarnya.

Tujiyo, warga Bakal Dukuh lainnya yang juga ikut mengerjakan proyek padat karya tersebut menyambut baik program pemerintah itu. Sebab, selain dapat bermanfaat untuk peningkatan infrastruktur kalurahan, ia pun diuntungkan dari segi ekonomi karena mendapat upah selama pengerjaan proyek. “Alhamdulillah dampak padat karya sangat bermanfaat sekali bagi kami,” ucapnya.

Kepala Disnakertrnas Bantul Istirul Widilastuti mengatakan ada 215 titik atau paket program padat karya tahun ini yang tersebar di sejumlah kapanewon. Dari jumlah tersebut 116 titik dibiayai oleh APBD DIY melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan 99 titik dibiayai dari APBD Bantul.

Rata-rata program padat karya ini untuk pengerasan jalan, corblok, saluran irigasi tersier, bangket jalan, atau drainase, serta bangunan yang kira-kira memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Program padat karya ini kenapa digulirkan kembali tahun ini dengan harapan dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar, terlebih masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga ada warga yang diputus hubungan kerja [PHK] atau yang tidak bisa bekerja,” kata Istirul.

Advertisement

Semua pekerjaan fisik dalam padat karya langsung dikerjakan oleh warga sehingga warga mendapat bayaran dari program tersebut. “Penekanan kami memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama yang menganggur, untuk bisa kerja memberikan pendapatan meski sifatnya sementara,” ujar Istirul.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

ICJR Desak Ferdy Sambo Cs Dijerat Pidana Pembunuhan Berencana, Tak Hanya Sanksi Etik

News
| Rabu, 10 Agustus 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Kedung Pengilon, Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi untuk Ritual

Wisata
| Rabu, 10 Agustus 2022, 19:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement