Ini Keuntungan jika Jalur Prambanan-Ngalang Tersambung Ideal pada 2024

Sunartono
Sunartono Senin, 18 Juli 2022 07:27 WIB
Ini Keuntungan jika Jalur Prambanan-Ngalang Tersambung Ideal pada 2024

Ilustrasi proyek pembangunan infrastruktur jalan./Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA -- Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten berusaha menuntaskan tersambungnya secara ideal jalur Prambanan, Sleman hingga Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul. Tersambungnya jalur ini diperkirakan bakal menjadi pemicu pengembangan kawasan wisata dan ekonomi di wilayah perbatasan.

Kabid Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri menjelaskan penyelesaian jalur Prambanan-Gading saat ini sedang berproses terutama pada Prambanan-Ngalang yang berada di wilayah Sleman dan Gunungkidul. Pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi jalan dibagi menjadi beberapa segmen.

BACA JUGA: Presiden Sampaikan Catatan Baik Ekonomi RI ke IMF

Khusus untuk segmen Prambanan-Gayamharjo yang masih berada di wilayah Sleman pembebasan lahan dilakukan oleh Pemkab Sleman. Selain itu khusus untuk segmen ini pembangunan konstruksi dilakukan oleh Kementerian PUPR. Karena kawasan tersebut nantinya akan menjadi koneksi terdekat dari exit toll di wilayah paling timur DIY.

"Untuk pembebasan lahan Prambanan-Gayamharjo ini dilakukan oleh Pemkab Sleman, sedangkan konstruksinya oleh Pusat melalui APBN," ujarnya, Minggu (18/7/2022).

Dia menambahkan Pemda DIY berupaya menuntaskan segmen Tawang-Ngalang dengan total panjang 9,6 kilometer yang merupakan sambungan dari segmen Prambanan-Gayamharjo.Tawang berada di Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk dan Ngalang di wilayah Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul.

Proyek pembangunan jalan Tawang - Ngalang dibagi menjadi lima segmen. Tahun lalu telah dibangun konstruksi pada segmen I dengan panjang 1,9 kilometer dan Segmen V sepanjang 1,4 kilometer. Sedangkan tahun ini dibangun konstruksi untuk segmen IV dengan panjang jalan sekitar 3,4 kilometer dengan disiapkan anggaran sebesar Rp81 miliar menggunakan APBD DIY.

"Ini konstruksi yang dibangun dua lajur," ujarnya.

BACA JUGA: Jemaah Haji Diminta Jangan Bawa Sendiri Air Zamzam

Sehingga masih tersisa di segmen II dengan panjang 1,8 kilometer dan segmen III panjang 1,1 kilometer yang diharapkan bisa terselesaikan pada 2023 mendatang. "Untuk pembebasan lahan dilakukan kabupaten dan konstruksi dilakukan Pemda DIY," katanya.

Jalur Prambanan-Gayamharjo-Ngalang diharapkan bisa tersambung secara keseluruhan di 2024 mendatang. Akan tetapi kondisi itu sangat tergantung dengan keuangan daerah.

Tersambungnya jalur di kawasan ini setidaknya memiliki dua manfaat besar dari. Pertama, akan menggerakkan perekonomian perbatasan mengingat kawasan ini berada di wilayah pinggiran kedua kabupaten, bahkan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.

Selain itu banyak spot wisata menarik di kawasan ini yang berpotensi dikembangkan untuk bisa mendatangkan banyak wisatawan.

Kedua, tersambungnya jalan ini akan mengurangi beban jalur Piyungan-Patuk yang selama ini sering terjadi kemacetan panjang terutama saat akhir pekan. Akses jalan dari dan akan ke Gunungkidul bisa beralih ke Prambanan-Gading untuk menghindari jalur konvensional.

"Ya, memang tujuannya itu untuk mengurangi beban di kawasan Patuk yang sering macet. Selain itu diharapkan wisatanya juga berkembang," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online