RespiraTB Ciptaan Mahasiswa UII Bisa Pantau Gejala TBC Secara Real-Time
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengungkapkan kekesalannya ihwal adanya eks pejabat Pemda DIY yang ditahan KPK karena diduga korupsi proyek Stadion Mandala Krida.
Sultan mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencegah adanya korupsi. HB X memiliki harapan besar agar para pejabat secara keseluruhan mematuhi pakta integritas. Bahkan saat ini pelaku korupsi lebih piawai daripada proses pengawasan yang dilakukan berbagai pihak.
"Sing ta duweni karep [keinginan kami ya tidak ada korupsi] ki yo susah, bagaimana akan bisa. Sistem pertanggungjawaban kan berproses, tapi jenenge kalau mau punya karep [korupsi] kan lebih limpat [lincah, piawai] daripada orang yang ngawasi," ucapnya, di Kepatihan Kamis (22/7/2022) malam.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Berang Skuter Listrik Masih Berkeliaran
Sultan juga menegaskan tidak akan memberikan bantuan bagi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat kasus korupsi. Ia menilai, pegawai semacam itu telah melanggar sumpahnya sebagai pelayan publik.
Sultan HB X tak mempersoalkan penangkapan tersebut. Menurutnya tindakan salah satu tersangka yang sebelumnya berstatus PNS sudah melanggar sumpahnya sendiri. "Bagi saya tidak ada masalah saya tidak akan membantu, kalau mereka melanggar sumpahnya sendiri," katanya.
Proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan, terbukti atau tidaknya, hal itu urusan pengadilan. "Berproses saja, terbukti atau tidak itu urusan pengadilan gitu aja," ucapnya.
Seperti diketahui, KPK sebelumnya menahan tiga tersangka korupsi kasus pembangunan Stadion Mandala Krida. Salah satunya mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang merupakan pejabat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.