Advertisement

Antisipasi Kebakaran di Permukiman Padat, Jaringan Hidran Dibangun di Kampung Notoprajan

Triyo Handoko
Kamis, 28 Juli 2022 - 18:57 WIB
Budi Cahyana
Antisipasi Kebakaran di Permukiman Padat, Jaringan Hidran Dibangun di Kampung Notoprajan Proses pembangunan jaringan hidran di Kampung Notoprajan yang menghabiskan Rp720 juta. - Harian Jogja/Triyo Handoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jogja membangun jaringan hidran di Kampung Notoprajan untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan padat penduduk yang meliputi RW 5,6,7, dan 8 Kampung Notoprajan.

Menghabiskan anggaran Rp720 juta, jaringan hidran tersebut bagian dari rencana detail engineering design yang akan dibangun di 16 kampung lainnya.

BACA JUGA: Viral Penumpang Disabilitas Dilarang Naik KRL Solo-Jogja, Ini Tanggapan KCI

Kepala Damkar Jogja Octo Noor Arafat menyebut sudah ada jaringan hidran di kampung lain dengan fungsi dan tujuan yang sama. “Sebelumnya sudah terpasang di Kampung Pathuk, Kauman, Gemblakan Bawah, Ledok Tukangan, Jlagran, dan Cokrodiningratan,” kata dia, Kamis (28/7/2022).

Pemasangan hidran di Notoprajan, jelas Octo, karena kampung tersebut dekat dengan objek vital strategis seperti Kraton. “Akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran juga sulit menuju kampung ini, makanya segera kami bikin supaya mengantisipasi sulitnya penanganan kebakaran,” jelasnya.

Octo menjelaskan jaringan hidran sangat membantu petugas damkar untuk pemadaman kebakaran. “Bulan ini angka kebakaran juga cukup tinggi di Jogja karena memasuki kemarau juga, jangan sampai nanti untuk yang kampung padat penduduk sulit memadamkannya,” ujarnya.

Sebelumnya, jaringan hidran kampung di Jogja sudah mulai dibangun sejak 2017.

BACA JUGA: Polres Sleman Gagalkan Peredaran 10 Kilogram Sabu, 100.000 Orang Diselamatkan

“Hidran yang kami bangun jenisnya kering, jadi jika kebakaran terjadi tetap butuh suplai air dari truk tangki air untuk disalurkan ke jaringan hidrannya,” kata Octo.

Pembangunan hidran di Notoprajan rencananya rampung pada September mendatang. “Meskipun sudah dibangun bukan berarti selesai begitu saja, kami minta masyarakat juga ikut merawat jaringan hidran, jangan sampai malah dirusak karena itu semata-mata untuk masyarakat sendiri,” kata Octo.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Istri di China Menuntut Selingkuhan Suaminya Senilai Rp8,2 Miliar

News
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement