Advertisement

Penggunaan Kertas Dibatasi, Printer di UII Berkurang Drastis

Sunartono
Sabtu, 30 Juli 2022 - 16:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Penggunaan Kertas Dibatasi, Printer di UII Berkurang Drastis Resktor UII Profesor Fathul Wahid. - ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) berkomitmen mengontrol penggunaan kertas demi mengurangi banyak kayu yang ditebang untuk bahan pembuatan kertas. Kampus ini melarang bertebarannya printer di meja-meja ruang pelayanan. Penggunaan kertas pun dipantau dengan baik. Berbagai administrasi diarahkan menuju online.

Isu lingkungan ini dibahas dalam lokakarya bertajuk Kampus Hijau sebagai Implementasi lingkungan Berkelanjutan, pada Kamis (28/7/2022). Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan sejak 2019 silam kampusnya sudah memberlakukan kebijakan peniadaan printer di setiap ruangan. Tujuannya agar tidak setiap orang bisa langsung asal print dengan kertas. Akan tetapi di setiap lantai gedung hanya tersedia satu printer ukuran besar bersifat otomatis.

"Jadi sudah tidak ada lagi di meja-meja banyak printer, satu lantai cukup satu printer besar yang dipakai bersama," kata Fathul dalam dalam rilisnya, Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: UII Bakal Buka Kampus Baru, Kota Ini Jadi Calon Lokasinya

Melalui satu printer berukuran besar tersebut, lanjutnya, penggunaan kertas oleh setiap orang baik karyawan maupun mahasiswa bisa dipantau. Fathul mengatakan pada awalnya kebijakan ini memang cukup merepotkan, karena harus berubah budaya melakukan print out kertas cukup di meja masing-masing, namun saat ini harus keluar ruangan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu semua sistem yang ada di kampusnya secara perlahan mulai terbiasa.

"Pada awalnya mungkin banyak yang mengeluh karena kalau mau ngeprint harus keluar ruangan jalan kaki. Tetapi lama kelamaan jadi terbiasa. Ini bagian dari kesadaran bersama untuk mengontrol penggunaan kertas," katanya.

Fathul menambahkan pengurangan printer itu dilakukan dengan didukung fasilitasi teknologi informasi. Sehingga proses administrasi yang membutuhkan bukti fisik dapat diganti dengan sistem digital. Kebijakan itu bertujuan untuk meminimalisasi penggunaan kertas dengan harapan dapat membantu mengurangi pohon yang ditebang. Hal itu sebagai salah satu komitmen untuk mewujudkan kampus hijau.

"Meski pun ketika kami memulai ini tidak dengan label hijau. Tetapi berangkat dari kesadaran bersama," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Uang Baru Diluncurkan, Ganjar Terima Duit dengan Nomor Cantik

News
| Kamis, 18 Agustus 2022, 16:47 WIB

Advertisement

alt

Paspor Indonesia Tanpa Kolom Tanda Tangan untuk Permohonan Visa Jerman Tetap Diproses

Wisata
| Kamis, 18 Agustus 2022, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement