Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tangkapan layar kawasan wisata Kaliadem dikotori sampah kertas bekas petasan.Instagram @merapi_uncover
Harianjogja.com, JOGJA-Video kawasan wisata Kaliadem yang kotor akibat sampah kertas bekas petasan viral di media sosial.
Video yang bersumber dari akun Instagram @diqihadi97 yang diunggah ulang oleh @merapi_uncover tersebut memperlihatkan kawasan kaliadem banyak dikotori sampah kertas berwarna putih.
Dalam video, terlihat pemandangan Gunung Merapi yang indah tanpa tertutup kabut. Sayangnya pemandangan itu terganggu dengan banyaknya sampah di kawasan tersebut.
"Niat jalan jalan sampe sini ee sampe utaranya Kaliadem isi kaya gini , mbok ya cari tempat dimana gitu lapangan kek nyalainnya , tempat wisata jadi kotor sampah kertas juga lama terurainya," caption dalam unggahan itu yang dikutip Harianjogja.com, Senin (18/4/2022).
Warganet menyayangkan kejadian itu mengingat Kaliadem adalah salah satu objek wisata favorit masyarakat di daerah lereng Merapi. Terlebih lagi Kaliadem baru saja dibuka kembali setelah ditutup karena erupsi Merapi pada Rabu (9/3/2022) lalu.
Hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu wisatawan yang berkunjung dan merusak citra wisata Bunker Kaliadem.
"Jadi kotor banyak kertas," tulis @parjo_0622.
Namun sebagian besar yang memberikan respons di kolom komentar justru mengungkap bahwa aksi tersebut sudah biasa dilakukan.
"Penyakit tiap tahun," tulis @moko_ns.
"Tahun lalu jg gitu," timpal @abidmuslich_r.
"penyakit bulan Ramadhan ?mau gmna pun pasti hampir daerah ada gituan, apalagi tempat wisata alam malah jadi tempat fav, malah buat ajang nunjukin petasan yg keras," timpal @mhmdirfan.
"Yo daripada melukai orang lain mas ?. Mending nyumet mercon ta," tulis @rocks_d4.
Meski demikian, aksi menyalakan petasan di kawasan objek wisata adalah hal yang tidak patut ditiru, Pemerintah Kabupaten Sleman akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat agar hal tersebut tidak diulangi lagi.
"Dinas Pariwisata akan segera berkoordinasi dengan kalurahan agar hal tersebut tidak terjadi lagi," ungkap Suparmono selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kepada Harianjogja.com, Senin.
Ia juga mengimbau agar dilakukan gerakan reresik atau bersh-bersih destinasi menjelang libur Lebaran yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.