Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ketua Motor Antique Club (MAC) Yogyakarta, Admaji Apriliyanto (tengah) dan Ketua Panitia DaD 2022, Anton Regong (kanan), dalam konferensi pers, di JEC, Jumat (29/7/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah dua tahun absen karena pandemi, ajang silaturahmi sesama penggemar motor tua seluruh Indonesia, Djogjantique Day (DaD), kembali digelar tahun ini. Mengangkat tema Gumregass, DaD 2022 akan dihadiri ribuan pecinta motor tua dari berbagai daerah bahkan luar negeri.
Ketua Motor Antique Club (MAC) Yogyakarta, Admaji Apriliyanto, menjelaskan Gumregass akan berlangsung di Area sayap barat outdoor dari Jogja Expo Center, 5-6 Agustus mendatang. Ajang DaD tidak mengkhususkan untuk penggemar motor antik saja, tetapi lebih kepada sebuah acara liburan keluarga.
“Pengunjung dapat berbelanja beragam pakaian, pernak-pernik untuk semua kalangan umur di area merchandise. Selanjutnya, masalah lapar dan haus dapat diselesaikan di area kuliner yang menyajikan beragam hidangan khas Jogja,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (29/7/2022).
Pemilihan hari Jumat dan Sabtu bertujuan mendukung semangat pariwisata Jogja yang bangkit dari masa pandemi. “Agar teman-teman motor antik yang datang dari seluruh Indonesia, pada hari minggu-nya dapat berwisata ke obyek-obyek wisata di sekitar Jogja dan membeli oleh-oleh,” katanya.
Mengingat Covid-19 yang masih belum sirna, ajang DaD tetap memperhatikan semua protokol kesehatan yang berlaku sesuai anjuran pemerintah. Tempat cuci tangan ada di area DaD dan jangan ragu meminta bantuan tim kesehatan bila perlu.
Ketua Panitia DaD 2022, Anton Regong, menuturkan tema Gumregass diambil dari kata Gumregah yang dalam bahasa Indonesia berarti bangkit. “Lalu ditambahi Gass karena kami pecinta motor, jadi Gumregass,” ungkapnya.
Area DaD akan disusun menjadi satu lokasi yang lengkap, mulai dari edukasi, seni, hiburan, area merchandise dan kuliner. Motor-motor antik dari pecinta motor tua seluruh Indonesia yang datang akan ditata sebagai edukasi dan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Tarian tradisional, Jathilan hingga beragam aliran musik akan menghibur semua pengunjung selama dua hari penyelenggaraan DaD kali ini. “Lalu ada pameran seni yang mengangkat isu daur ulang sampah logam menjadi sebuah karya seni patung dari salah seorang anggota MAC Yogyakarta, saudara Eri Sudarmono,” kata dia.
Tidak ada kontes motor dalam kegiatan ini, namun transaksi jual-beli dimungkinkan terjadi antar sesama pecinta motor tua. Berdasarkan penyelenggaraan sebelumnya, DaD biasanya dihadiri 2.000-3.000 pecinta motor tua dari berbagai daerah dan pulai. Tahun ini bahkan telah dikonfirmasi hadir pecinta motor tua dari Malaysia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
DP3 Sleman keluarkan edaran waspada wereng batang coklat. Petani diminta perkuat PHT dan deteksi dini untuk cegah gagal panen.
Pemkab Kulonprogo perkuat iklim investasi melalui layanan perizinan terintegrasi OSS-RBA dan penyediaan data potensi daerah.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
KPK menduga rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul menggunakan nama orang lain sehingga tidak tercatat dalam LHKPN.