Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga di wilayah Selatan Gunungkidul mulai kesulitan air bersih. Program droping air untuk masyarakat mulai disalurkan oleh BPBD Gunungkidul atau pemerintah kecematan. Adapun penyaluran air bersih sudah dilaksankaan di Kecamatan Tepus dan Rongkop.
Panewu Tepus, Alsito mengatakan, musim kering tahun ini sedikit terlambat karena adanya fenomena kemarau basah. Hal ini ditandai adanya hujan, meski telah memasuki musim kemarau.
Kondisi ini berdampak terhadap stok air bersih yang dimiliki warga sehingga pelaksanaan droping baru terlaksana belum lama ini. “Kalau Biasanya mulai awal Juli sudah droping. Tapi sekarang stok warga sudah mulai habis karena hujan sudah tidak turun sehingga droping air mulai dijalankan,” kata Alsito, Minggu (31/7/2022).
BACA JUGA: Doa Kraton Jogja untuk Warga DIY di Malam 1 Sura
Dia tidak menampik lima kalurahan di Kapanewon Tepus merupakan daerah yang mengalami krisis air bersih saat kemarau. Kondisi ini tak lepas sedikitnya sumber sehingga warga yang banyak bergantung pada air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menampung di bak penampungan yang dimiliki di masing-masing keluarga.
Untuk mengatasi krisis air bersih, tahun ini Pemerintah Kapanewon Tepus mengalokasikan anggaran sekitar Rp116 juta. Meski demikian, Alsito mengakui bahwa pagu tersebut tidak bisa mengcover seluruh wilayah terdampak kekeringan di Tepus.
Oleh karenanya, sambung dia, penyaluran air bersih juga meminta bantuan ke BPBD Gunungkidul. Hingga sekarang, pemberian bantuan ke warga sudah dilakukan di tiga kalurahan meliputi Purwodadi, Sidoharjo dan Tepus. “Untuk Kalurahan Giripanggung dan Sumberwungu penyalurannya kami mintakan bantuan ke BPBD,” kata Alsito.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, sudah mulai ada bantuan air bersih yang diberikan ke masyarakat. Untuk bantuan perdana diberikan kepada warga di Dusun Banombo, Pucanganom, Rongkop yang dilaksanakan Kamis (28/7/2022).
“Baru satu desa yang meminta bantuan. Untuk wilayah lain, kami masih menunggu permintaan secara resmi,” katanya.
Purwono menjelaskan, untuk droping air mengalokasikan sebanyak 1.400 tangki di tahun ini. Berdasarkan pengalaman droping di 2021, wilayah kekeringan terdapat di 41 kalurahan yang tersebar di 11 kapanewon.
“Untuk sekarang belum ada laporan secara resmi. Yang jelas, beberapa wilayah langganan kekeringan seperti Kapanewon Rongkop, Girisubo, Tepus, Paliyan, Panggang dan lainnya,” katanya. (David Kurniawan)
Foto istimewa BPBD Gunungkidul
Petugas BPBD saat menyalurkan air bersih ke bak penampungan warga di Dusun Banombo, Pucanganom, Rongkop. Kamis (28/7/2022)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.
Nadiem Makarim menjalani sidang putusan banding kasus Chromebook hari ini. Ia sebelumnya divonis 10 tahun penjara dan uang pengganti Rp809,59 miliar.
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.