Advertisement

Wabah PMK di Sleman, Ternak Baru Vaksin Dosis Satu Sudah Dijual

Anisatul Umah
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 18:27 WIB
Bhekti Suryani
Wabah PMK di Sleman, Ternak Baru Vaksin Dosis Satu Sudah Dijual Ilustrasi sapi - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menemui beberapa kendala dalam proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan 5%-10% ternak yang baru mendapatkan vaksin pertama sudah ada yang dijual dan berpindah tempat.

Dia menjelaskan saat ini pendataan terkait vaksinasi masih berlangsung, sementara sebagian ternak dijual dan ada yang pindah tempat. Alhasil sebanyak 3.100 vaksin dosis dua sebagian dialihkan menjadi dosis pertama. Kondisi ini menurutnya membuat catatan vaksinasi menjadi rancu.

"Dosis pertama kan 3.100 nah ini yang sekarang di lapangan ada beberapa perkembangan. Ada ternak yang sudah divaksin pertama lalu dijual, ada juga yang pindah tempat," ucapnya kepada media ditemui di Turi, Sabtu (6/8/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Sementara itu, terkait penambahan kasus PMK saat ini sudah melandai meski masih ada kasus tambahan. Penambahan kasus kata dia masih kerap terjadi di kandang komunal. Kebanyakan ternak mengalami sakit berulang atau reinfeksi.

"Yang kemarin sakit sudah sembuh diobati ketularan ternak lainnya lagi. Makanya jalan keluar pengobatan dan vaksin cepat," jelasnya.

BACA JUGA: Hingga Agustus, Sleman Membentuk 250 Kelompok Jaga Warga

Meski angka kasus PMK sudah mencapai sekitar 6.000-an Suparmono menyebut tingkat kesembuhannya tinggi. Penambahan jumlah kasus positif belasan, tapi yang sembuh di atas 50-an ternak.

"[obat-obatan] kami dapat BTT kita sudah mulai belanjakan. Untuk obat-obatan dan lainnya APD, tidak termasuk operasional. Dianggarkan Rp900 juta tapi kami dapat Rp1,3 miliar ini semua sampai selesai," paparnya.

Peternak domba kambing Sleman dari Merapi Farm, Taufik Mawaddani mengatakan beberapa langkah pencegahan tetap dilakukan. Yakni dengan mengurangi jumlah kunjungan, penyemprotan, sampai pemberian vitamin.

Advertisement

"Karantina ternak sakit dan jaga kebersihan kandang," ucapnya.

 

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pukat UGM Ajak Masyarakat Bersuara Soal RUU Perampasan Aset Negara

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement