Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Polsek Tanjungsari, Gunungkidul masih menyelidiki kasus pencurian berantai dengan 10 korban. Mereka mendapatkan bantuan dari Opsnal Polres Gunungkidul untuk upaya pengungkapan.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Wawan Anggoro mengatakan masih menyelidiki terkait dengan kasus pencurian modus congkel jendela di Kalurahan Banjarejo dan Ngestirejo. Hingga sekarang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena proses pengungkapan masih terus berlangsung.
“Proses lidik masih terus dilakukan. Kami juga sudah memeriksa sejumlah saksi di lapangan,” kata Wawan, Senin (8/8/2022).
Menurutnya, upaya pengungkapan tidak hanya dilakukan di internal polsek, tetapi juga melibatkan tim Opsnal Polres Gunungkidul. Diharapkan dengan kerja sama ini maka penyelesaian bisa lebih cepat lagi.
“Setelah tiga kasus di Banjarejo, hingga sekarang belum ada peristiwa lagi. Mudah-mudahan tidak ada kasus yang sama lagi,” ungkapnya.
Kasus pencurian di Tanjungsari hanya berjarak satu minggu. Kasus pertama terjadi, 28 Juli lalu dengan jumlah korban tujuh warga di Kalurahan Ngestirejo. Pencurian terjadi lagi, 2 Agustus lalu dengan korban sebanyak tiga warga di Kalurahan Banjarejo.
“Total ada sepuluh TKP dalam dua hari ini,” katanya.
Ia menduga pelaku pencurian merupakan kawanan yang sama. Hal ini terlihat dari modus dan waktu kejadian. Hasil penyelidikan awal diketahui pencurian terjadi antara pukul 02.00-03.30 WIB. Adapun modusnya dengan cara mencongkel jendela untuk masuk ke rumah.
“Warga tahu-tahu bangun kondisi jendela rusak dan setelah diteliti ada uang atau perhiasan yang hilang,” katanya.
Wawan berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggiatkan keamanan di lingkungan masing-masing.
“Peran dan partisipasi dari masyarakat ini sangat penting untuk memastikan kambtibmas tetap kondusif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.