7 Nama Muncul Bersaing Jadi Kepala OPD di Gunungkidul
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Ilustrasi jalan rusak/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mengusulkan penyelesaian jalur wisata Kepek-Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari menggunakan dana keistimewaan (Danais) milik Pemerintah DIY.
Total dana yang diajukan untuk menyelesaikan jalan tersebut adalah sebesar Rp56 miliar.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan masih ada ruas jalan sepanjang 4,5 kilometer di jalur wisata Kepek-Ngobaran belum dikerjakan. Menurutnya, untuk penyelesaian anggaran pemkab masih sangat terbatas, sehingga ada upaya meminta bantuan ke Pemerintah DIY.
“Kami coba akses melalui danais untuk penyelesaiannya,” kata Wadiyana, Selasa (9/8/2022).
Ia menyatakan, sudah ada upaya pengusulan ke Pemerintah DIY. Total anggaran diajukan untuk penyelesaian mencapai Rp56 miliar.
Diharapkan usulan ini disetujui, sehingga pengerjaan bisa dilaksanakan lagi mulai 2023.
“Tidak sekarang, tapi untuk kegiatan di tahun depan,” katanya.
Mengenai penyelesaian, Wadiyana mengakui proses bisa selesai dalam satu tahun anggaran. Meski demikian, kepastiannya masih menunggu alokasi anggaran yang diberikan.
“Ya kalau disetujui semua, bisa selesai dalam satu tahun anggaran. Mudah-mudahan yang kami usulkan dapat disetujui sehingga penyelesaian di jalur Kepek-Ngobaran segera terlaksana,” katanya.
Pembuatan jalur Kepek-Ngobaran untuk mendukung pengembangan sektor wisata di sisi Barat Gunungkidul. Pengerjaan sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu, namun karena pandemi, proses berhenti selama tiga tahun
“Terakhir dibangun di 2019. Setelah itu, belum dilanjutkan lagi karena anggaran difokuskan untuk penanggulangan Covid-19,” katanya.
Salah seorang warga Gebang, Kanigoro, Suyatno berharap jalur Kepek-Ngobaran segera diselesaikan. Pembangunan baru sebagian jalur dan masih menyisakan ruas sepanjang 4,5 kilometer yang belum dibangun.
Menurutnya, di ruas yang belum terbangun tidak ada masalah karena lahannya sudah dibebaskan sehingga tinggal proses pembangunan.
“Warga sudah menerima ganti rugi dan sekarang tinggal menunggu proses pembangunan,” katanya.
Kelanjutan pembangunan jalan baru ini sangat ditunggu masyarakat karena untuk pengembangan sektor wisata di kawasan Pantai Ngobaran dan Ngrenehan. Ia menilai akses jalan saat ini terlalu sempit sehingga tidak bisa untuk lewat kendaraan besar seperti bus pariwisata. Ia menyakini dengan adanya akses yang representatif, maka pariwisata akan lebih berkembang lagi.
“Sudah banyak yang datang berkunjung, tapi masih didominasi kendaraan pribadi. Travel juga ada, tapi ukurannya yang sedang karena kalau bus pariwisata yang besar belum bisa masuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.