Advertisement

Harga Minyak Goreng di Gunungkidul Kembali ke Setelan Awal

David Kurniawan
Rabu, 10 Agustus 2022 - 15:27 WIB
Jumali
Harga Minyak Goreng di Gunungkidul Kembali ke Setelan Awal Pedagang Pasar Wates menunjukan minyak goreng curah, Selasa (12/7/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Harga minyak goreng di pasar tradisional di Gunungkidul kembali normal. Minyak goreng curah dipasar tradisional dijual Rp12.000 per kg, dan Rp17.000 per liter untuk kemasan.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan harga minyak goreng kembali ke setelan awal atau hampir sama dengan sebelum terjadi kenaikan. Kondisi ini tak lepas dari harga CPO yang turun serta stok di pasaran yang melimpah ruah.

Advertisement

Ia menjelaskan, untuk minyak kemasan di tingkat konsumen di jual Rp12.000 per kg. Harga ini jauh dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Pusat senilai Rp15.500 per kg.

Untuk minyak kemasan, meski tidak ada HET, komoditas ini harganya sempat menembus di atas Rp25.000 per liter, namun sekarang banyak dijual di kisaran Rp17.000 per liternya.

“Sudah mulai normal,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan upaya pemantauan di lapangan terus dilakukan. Pelaksanaan tidak hanya melihat pergerakan harga minyak goreng, tapi juga untuk komoditas lain seperti sayu-sayuran hingga bahan kebutuhan pokok yang lain.

“Pemantauan tidak hanya melihat pergerakan harga, tapi juga bagaimana stok di pasaran. Pemantauan kami laksanakan secara rutin dan hasilnya kami sampaikan ke Kementerian Perdagangan lewat Pemerintah DIY,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Turunnya harga minyak di pasaran tradisional diakui oleh salah seorang pedagang kelontong di Pasar Candirejo di Kalurahan Candirejo, Semin, Sudarti. Menurutya, harga minyak goreng tak lagi mahal karena stok di pasaran sangat melimpah.

“Untuk kulakan minyak goreng curah saya beli Rp12.000 per kilonya dan dijual Rp13.000 per kilogram,” katanya.

Menurut dia, harga jual ini hampir sama dengan sebelum adanya kenaikan yang terjadi di akhir 2021 lalu.

“Waktu itu terus naik dan akhirnya ada pembatasan serta syarat pembelian. Sekarang sudah mudah karena minyak goreng curah tersedia banyak,” katanya.

Sudarti berharap kepada pemerintah bisa menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Hal ini dibutuhkan agar tidak ada yang merasa dirugikan dalam proses jual beli.

“Ya kalau naik turun jelas tidak baik karena pedagang resah karena terancam rugi kalau kejatuhan harga. Pengennya bisa terus stabil,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gempur Rokok Ilegal

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Memanas! Buntut Insiden Laut China Selatan, Beijing Ancam Manila untuk Hentikan Provokasi

News
| Selasa, 25 Juni 2024, 00:57 WIB

Advertisement

alt

Inilah Rute Penerbangan Terpendek di Dunia, Naik Pesawat Hanya Kurang dari 2 Menit

Wisata
| Sabtu, 22 Juni 2024, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement