Paku Alam X Dorong Seluruh Jamaah Haji DIY Gunakan E-Paspor
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Bregada Wirososro yang difasilitasi Dinas Pariwisata DIY saat bertugas di kawasan Malioboro, Jogja, Sabtu (6/8/2022)./Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Bredaga Jaga Malioboro yang difasilitasi Dinas Pariwisata (Dispar) DIY ikut meramaikan perayaan Dasawarsa Keistimewaan DIY, yang berlangsung sejak 10 Agustus 2022 hingga 10 September 2022. Bregada Jaga Malioboro selama ini telah disiagakan untuk menjaga kawasan Malioboro serta memberikan informasi dan edukasi kepada para wisatawan.
Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan, menjelaskan selama ini Bregada Jaga Malioboro dengan difasilitasi Dispar DIY diberikan ketugasan untuk menjaga kawasan Malioboro. Para personel bregada ini berasal dari beberapa kelurahan yang berada di sekitar Malioboro.
Pada perayaan Dasawarsa Keistimewaan DIY ini, para Bregada Jaga Malioboro ini juga ikut terlibat. Mereka, salah satunya, bertugas menjaga saat pembukaan perayaan Dasawarsa Keistimewaan DIY pada Rabu (10/8/2022) malam.
“Dalam menyambut dasawara keistimewaan yang berlangsung dari 10 Agustus sampai dengan 10 September, kami ikut memeriahkan peringatan itu melalui Bregada Jaga Malioboro. Sehingga melibatkan teman-teman bregada di kawasan Malioboro untuk turut serta bertugas. Saat pembukaan mereka bertugas di Gerbang Barat Kompleks Kepatihan,” katanya, Kamis (11/8/2022).
BACA JUGA: Penataan Pedestrian Senopati Dukung Wisata Malioboro
Kasi Pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata Dispar DIY, Ndari Susanti, menambahkan selama perayaan Dasawarsa Keistimewaan DIY ini, para Bregada tetap menjalankan tugas, terutama pada Sabtu dan Minggu. Pemilihan pada akhir pekan tersebut karena saat ini banyak wisatawan, keberadaan Bregada diharapkan turut memberikan edukasi maupun informasi ke wisatawan.
“Sabtu Minggu, alasannya karena load kunjungan wisatawan pada akhir pekan itu. Jumlah personelnya 23 orang itu bertugas di berbagai titik kawasan Malioboro. Seperti di Teras Malioboro, di depan Grand Inna Malioboro dan Malioboro Mal, depan Gerbang Barat Kepatihan, Ketandan, Titik Nol Kilometer,” ujarnya.
Banyak wisatawan yang langsung bertanya kepada Bregada Jaga saat bertugas tentang berbagai informasi di Malioboro. Oleh karena itu, semua personel Bregada merupakan warga kalurahan yang berada di sekitar kawasan Malioboro. Harapannya bisa memberikan informasi lebih detail ketika ada wisatawan yang bertanya.
“Sore hari itu kan padat-padatnya wisatawan, mereka selain menjadi ikon DIY juga sebagai agen Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE). Masih mengingatkan protokol kesehatan. Selain itu sebagai ikon bregada Jogja. Memberikan informasi tentang berbagai hal,” katanya.
Bregada yang dilibatkan tersebut melalui pemberdayaan warga di sekitar Malioboro. Terdiri atas kelompok Bregada Saekakapti dan Wirososro dari Kelurahan Sosromenduran, Bregada Reksowinongo dari Kelurahan Ngampilan dan Bregada Suryatmaja dari Kelurahan Suryatmajan.
BACA JUGA: Jejak Perkuliahan UGM Tempo Doeloe dari Kraton Jogja ke Bulaksumur Dipamerkan
“Banyak yang minta foto, karena memang atraksi bregada ini tidak ada di tempat lain, adanya di Jogja khususnya Malioboro. Memang antusias wisatawan untuk berfoto sangat tinggi,” ujarnya.
Salah satu anggota Bregada Wirososro, Ardian, mengakui banyaknya antusias wisatawan berfoto bersama. Selain itu tak sedikit mereka juga bertanya berbagai informasi terkait Malioboro. “Mungkin karena di lokasi lain tidak ada, jadi bagi wisatawan menarik, dalam sekali jaga itu rata-rata lebih dari 50 kelompok wisatawan yang minta foto bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.