Advertisement

Kandungan Mikroplastik Ditemukan di Air Hujan, Ini Kata DLH Jogja

Yosef Leon
Senin, 15 Agustus 2022 - 20:27 WIB
Arief Junianto
Kandungan Mikroplastik Ditemukan di Air Hujan, Ini Kata DLH Jogja Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Beberapa hari lalu, Universitas Ahmad Dahlan merilis hasil penelitian terkait dengan tingginya kandungan mikroplastik pada air hujan yang turun di sejumlah titik di Jogja.

Terkait dengan hal itu, UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mengaku tak bisa memantaunya dengan detail. Pasalnya, hingga kini DLH Kota Jogja belum memiliki standar baku terkait dengan pengukuran kandungan mikroplastik pada air.

"Untuk mikroplastik memang belum ada baku mutu pengujiannya. Karena kan pengujian itu dasarnya adalah standar baku mutu dan ada parameter yang harus dipenuhi dan tidak boleh melebihi standar tadi itu. Ketika sebuah parameternya tidak ada di situ ya sehingga pemantauan juga tidak ada," kata Kepala UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kota Jogja, Sutomo, Senin (15/8/2022). 

BACA JUGA: Pemda dan DPRD DIY Ingin Pelantikan Sultan Dipercepat, Ternyata Ini Alasannya

Sutomo menerangkan, pengujian maupun pengukuran terhadap kualitas lingkungan harus mempunyai standar mutu yang telah melewati kajian. Setelah ditetapkan dengan standar tertentu, indikator terhadap kualitas lingkungan akan lebih mudah ditentukan dengan mengacu pada standar baku yang telah ditetapkan tadi. Hanya saja kajian terhadap penentuan standar baku itu membutuhkan waktu yang panjang dan cukup kompleks.

"Kami kan instansi pendukung yang mana penentuan kualitas lingkungan itu lebih dulu ada pengawasan. Kemudian untuk standar baku ada peraturan yang diterbitkan. Karena kan pengujian itu nanti akan dibandingkan dengan standarnya apakah memenuhi atau tidak, jadi kalau tidak ada standar kan kita tidak bisa mengukur apakah sesuai standar atau tidak," jelas dia. 

Meski begitu, Sutomo berpendapat bahwa kualitas air yang terpapar mikroplastik merupakan hal umum yang terjadi di perkotaan. Sebab, segala aktivitas manusia yang mengandung plastik dan berbagai macam pemicu lainnya bisa mengakibatkan air tercemar dengan partikel itu. Biasanya sungai menjadi tempat yang paling banyak terpapar mikroplastik. 

"Yang paling nyata dan mudah ditemui itu ya di sungai karena kan dari sampah yang kadarnya mengandung plastik kemudian berubah menjadi partikel mikroplastik dan sumbernya banyak sekali itu," jelas dia. 

Upaya penanggulangan memang harus melibatkan unsur kelompok masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, pusat mesti merespons penelitian ini dengan optimal untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan berbagai macam kebijakan turunan berkaitan dengan pengurangan sampah plastik. Sebab, segala macam aktivitas manusia yang menggunakan plastik bisa menjadi penyumbang besar bagi kualitas air.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement