Advertisement

Kegiatan Aktivis Mahasiswa Dikonversi Jadi SKS, Ini Penjelasan Rektor UGM

Anisatul Umah
Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:27 WIB
Bhekti Suryani
Kegiatan Aktivis Mahasiswa Dikonversi Jadi SKS, Ini Penjelasan Rektor UGM Ova Emilia. - Istimewa/Dok. Pribadi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah menggodok rencana kebijakan konversi kegiatan ekstra kampus mahasiswa menjadi Satuan Kredit Semester (SKS). Rektor UGM, Prof Ova Emilia mengharapkan agar kebijakan ini bisa dilaksanakan tahun depan.

"Prosesnya kami pengennya cepat, ini lagi dibicarakan. Mudah-mudah dapat dilaksanakan tahun depan," ucapnya ditemui di UGM, Rabu (17/8/2022).

Dia menjelaskan untuk menerapkan kebijakan ini diperlukan standar penilaian dan juga standar untuk mendefinisikan kegiatan mahasiswa yang dimaksud seperti apa. Semua hal ini sedang tahap penggodokan.

"Ini sudah kita proses ada edarannya juga. Misalnya kaya KKN kita redesign ulang. Untuk kemudian bisa memberikan penyesuaian SKS yang sesuai," jelasnya.

Menurutnya kegiatan yang bisa dikonversi adalah segala jenis kegiatan yang memiliki dampak positif. Bisa di luar atau di dalam kampus.

"Misalnya Karangtaruna, bisa di kampus dan di luar kampus. Asal dapat diklaim, diukur, dilihat dan di assess. [ngukurnya] masih didefinisi operasionalkan," tuturnya.

Sebelumnya, Mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan yang juga aktif di Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM, Bangkit mengatakan konversi aktivisme menjadi SKS ini kontraproduktif dengan esensi aktivisme.

Aktivisme mahasiswa menurutnya butuh gerakan yang kolektif, sistematis, dan berjangka panjang. Tapi gerakan semacam ini bisa terhalang oleh kebijakan konversi SKS.

BACA JUGA: Mulai 22 Agustus, Vaksinasi Booster di Sleman Bisa Diakses di Balai Desa

Advertisement

"Bagi saya 'apresiasi' pada aktivisme mahasiswa bukan dilakukan dengan konversi SKS. Kalau mau mengapresiasi ya dengarkan tuntutan aktivisme mahasiswa itu apa, buka ruang dialog sebesar-besarnya, baik itu aktivisme di ranah mengkritisi kebijakan kampus atau nasional," jelasnya.

Apresiasi lainnya bisa diberikan dalam bentuk memperpanjang batasan lulus bagi mahasiswa. Karena masalah yang ingin dirampungkan melalui konversi ini adalah keterlambatan kelulusan mahasiswa yang terlibat aktivisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gempur Rokok Ilegal

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bocah 13 Tahun Tewas Diduga Disiksa Polisi, KPAI: Masih Ada Korban Lainnya Alami Penyiksaan

News
| Selasa, 25 Juni 2024, 01:37 WIB

Advertisement

alt

Inilah Rute Penerbangan Terpendek di Dunia, Naik Pesawat Hanya Kurang dari 2 Menit

Wisata
| Sabtu, 22 Juni 2024, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement