Advertisement

Duh, Hasil Skrining Tahap I, Ada 23 Warga Sekolah Positif Covid-19

Abdul Hamied Razak
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:37 WIB
Arief Junianto
Duh, Hasil Skrining Tahap I, Ada 23 Warga Sekolah Positif Covid-19 Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman selama 10 hari melakukan skrining Covid-19 ke puluhan sekolah di berbagai kapanewon. Dari ribuan siswa dan guru yang diskrining, sebanyak 23 di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama saat dikonfirmasi Kamis (18/8) membenarkan data tersebut. "Iya betul ada 23 yang positif," katanya kepada Harian Jogja.

Advertisement

Hasil skrining Covid-19 tersebut dilakukan di 45 sekolah sebagai sampling. Skrining dilaksanakan selama 10 hari sejak 8-18 Agustus 2022. Adapun sekolah yang disasar merupakan sekolah yang menjalankan pembelajaran tatap muka, baik negeri maupun swasta.

Skrining di setiap sekolah masing-masing menyasar 30 orang dengan rincian 25 siswa dan lima orang guru. "Kasus-kasus warga sekolah yang ditemukan positif ada yang siswa ada juga yang guru. Temuan kasus ada di SD, SMP dan SMA yang menggelar PTM," katanya.

BACA JUGA: Tol Jogja Bawen Diusulkan Ada Jalur Wisata Sepeda

Sekretaris Disdik Sleman, Sri Adi Marsanto mengatakan belum mendapatkan laporan secara utuh terkait jumlah kasus yang ditemukan. Hanya saja, berdasarkan laporan awal yang diterima Disdik pada 8 Agustus ditemukan lima kasus Covid-19 di dua sekolah dasar negeri. "Itu informasi awal, belum data resmi sampai hari ini. Itu data 8 Agustus," katanya.

Disdik, lanjut Adi hanya menyediakan data sekolah sasaran yang akan diskrining. Adapun hasil keseluruhan datanya masih di Dinkes. Namun jika ditemukan adanya kasus positif dalam satu kelas, maka hanya satu kelas saja yang kegiatan PTMnya disetop dulu. Adapun siswa yang ditemukan positif Covid-19, katanya, hanya melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Proses pembelajaran diganti dengan daring. Kelas-kelas lainnya tetap melaksanakan PTM. Itu ada aturannya. Sesuai Peraturan Menteri terbaru, jika di sekolah ditemukan konfirmasi positif hingga 5%, maka hanya satu kelas yang ada siswa positif Covid-19 itu belajar dari rumah. Jadi sekolah tidak ditutup," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri Keamanan AS Sebut Terorisme Kembali Muncul dan Jadi Ancaman

News
| Minggu, 19 Mei 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement