Libur Sekolah, Jadwal KRL Jogja-Palur Ditambah 4 Trip
KAI Commuter tambah 4 perjalanan Jogja-Palur selama libur sekolah, total 31 trip per hari. Penumpang diprediksi naik.
Tersangka pembunuh suporter PSS Sleman beserta barang bukti ditunjukkan polisi kepada awak media di Mapolres Sleman, Senin (29/8/2022)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN — Korban meninggal dunia akibat penganiayaan antarsuporter sepak bola masih menjadi pekerjaan rumah saat ini. Terbaru, seorang suporter PSS Sleman meninggal akibat dikeroyok seusai nonton pertandingan bola antara PSS Sleman versus Persebaya Surabaya.
Psikolog Forensik sekaligus Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Koentjoro mengatakan jiwa masa lebih mudah tersulut berbuat kerusuhan. Akan menjadi-jadi saat identitas pribadi tidak diketahui.
"Kalau malam hari identitas pribadi tidak diketahui, karena gelap sehingga kebrutalan semakin menjadi-jadi," ucapnya saat dihubungi, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA: Tanah Sitaan KPK Dipakai Warga Mantrijeron, Lurah: Semoga Bisa Segera Dimiliki Negara
Saat penganiayaan dilakukan bersama-sama, maka rasa tanggung jawab secara individu akan hilang, yang ada individu bagian dari kelompok. Dia menyarankan agar suporter ini dikenalkan dengan perilaku massa dan pencegahannya agar tidak terjadi tindak penganiayaan.
"Jangan semua diserahkan ke polisi. Misalnya undang psikolog kenalkan tentang perilaku massa. Bagaimana mencegah sehingga mereka punya pengetahuan sendiri," jelasnya.
Sementara itu, Sosiolog Kriminalitas Dosen Purna UGM, Soeprapto menjelaskan berdasarkan teori perilaku kolektif di mana dalam situasi keramaian terdiri atas sejumlah masa cenderung terjadi tindakan spontan.
"Tanpa mengkonfirmasi siapa benar siapa salah. Pokoknya right or wrong my friend, meskipun rasa ikut memiliki itu terjadi baru di saat itu, seolah ada kewajiban solider," ungkapnya.
Menurutnya teori kerumunan dalam situasi berkerumun daya pikir rasional seseorang melemah. Dalam tindakan pengeroyokan, bisa diartikan pukul dulu risiko belakangan.
Untuk keluar dari kasus penganiayaan yang terus berulang seperti ini diperlukan kerja sama antara pemerintah, kelompok suporter, serta klub sepakbola. Agar para suporter punya kartu identitas pengenal, sehingga kehadirannya tidak liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter tambah 4 perjalanan Jogja-Palur selama libur sekolah, total 31 trip per hari. Penumpang diprediksi naik.
Kemenhan menegaskan latsarmil SPPI bagi manajer Kopdes Merah Putih bertujuan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan integritas.
Gelombang panas Jerman memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah dan mencatatkan rekor suhu malam terpanas sepanjang sejarah negara itu.
All-Stars Kudus juara MLSC 2026 usai kalahkan Jakarta lewat penalti. 34 pemain terbaik siap berlaga di SingaCup Singapura
Volkswagen menyiapkan restrukturisasi besar yang berpotensi memengaruhi 100.000 pekerja, termasuk penutupan pabrik dan reorganisasi bisnis.
Prabowo menegaskan kampus harus menjaga kebebasan akademik serta memperkuat riset dan sains demi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.