Wisnus ke DIY Turun 9,15 Persen pada Agustus, Dispar Siapkan Strategi
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Tersangka pembunuh suporter PSS Sleman beserta barang bukti ditunjukkan polisi kepada awak media di Mapolres Sleman, Senin (29/8/2022)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN — Korban meninggal dunia akibat penganiayaan antarsuporter sepak bola masih menjadi pekerjaan rumah saat ini. Terbaru, seorang suporter PSS Sleman meninggal akibat dikeroyok seusai nonton pertandingan bola antara PSS Sleman versus Persebaya Surabaya.
Psikolog Forensik sekaligus Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Koentjoro mengatakan jiwa masa lebih mudah tersulut berbuat kerusuhan. Akan menjadi-jadi saat identitas pribadi tidak diketahui.
"Kalau malam hari identitas pribadi tidak diketahui, karena gelap sehingga kebrutalan semakin menjadi-jadi," ucapnya saat dihubungi, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA: Tanah Sitaan KPK Dipakai Warga Mantrijeron, Lurah: Semoga Bisa Segera Dimiliki Negara
Saat penganiayaan dilakukan bersama-sama, maka rasa tanggung jawab secara individu akan hilang, yang ada individu bagian dari kelompok. Dia menyarankan agar suporter ini dikenalkan dengan perilaku massa dan pencegahannya agar tidak terjadi tindak penganiayaan.
"Jangan semua diserahkan ke polisi. Misalnya undang psikolog kenalkan tentang perilaku massa. Bagaimana mencegah sehingga mereka punya pengetahuan sendiri," jelasnya.
Sementara itu, Sosiolog Kriminalitas Dosen Purna UGM, Soeprapto menjelaskan berdasarkan teori perilaku kolektif di mana dalam situasi keramaian terdiri atas sejumlah masa cenderung terjadi tindakan spontan.
"Tanpa mengkonfirmasi siapa benar siapa salah. Pokoknya right or wrong my friend, meskipun rasa ikut memiliki itu terjadi baru di saat itu, seolah ada kewajiban solider," ungkapnya.
Menurutnya teori kerumunan dalam situasi berkerumun daya pikir rasional seseorang melemah. Dalam tindakan pengeroyokan, bisa diartikan pukul dulu risiko belakangan.
Untuk keluar dari kasus penganiayaan yang terus berulang seperti ini diperlukan kerja sama antara pemerintah, kelompok suporter, serta klub sepakbola. Agar para suporter punya kartu identitas pengenal, sehingga kehadirannya tidak liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.