Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Proses pembuatan moge di bengkel milik Aris Edi Subagyo di Kalurahan Piyaman, Wonosari, Senin (29/8/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Aris Edi Subagyo, berhasil meyulap mesin mobil tua menjadi motor gede (moge). Hasil karyanya ini sudah dipesan pencinta motor di berbagai kota di Indonesia.
Aris mengaku usaha yang dijalaninya ini belum lama, baru tiga bulan lalu. Meski demikian, sudah menerima banyak pesanan moge modifikasi yang dibuat. “Sudah ada pesanan dari NTT, Surabaya, Gresik, Jogja, dan Bekasi,” kata Aris, Selasa (30/8/2022).
Dia menjelaskan, ide modifikasi ini muncul sejak dua tahun lalu. Saat itu, Aris melihat di Youtube tentang modifikasi mesin mobil menjadi sepeda motor sehingga tertarik membuatnya.
Aris pun mulai mencoba membuat moge ini. Di awal-awal pembuatan, ia mengaku kesulitan, terutama menyangkut masalah kestabilan saat berkendara. Meski demikian, sudah ada solusi sehingga laju dari kendaraan bisa stabil saat di jalanan.
Menurut dia, mesin mobil tua yang digunakan berasal dari mobil Mitsubishi minicap keluaran 1970-1980. Pengerjaan satu unit moge membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
“Selain membuat rangka, saya harus mencari mesin mobil dari berbagai pelosok untuk bahan moge. Ada juga pencarian motor untuk rangka transmisi,” katanya.
Dia memastikan kendaraan untuk bahan baku yang dibeli harus memiliki surat-surat yang lengkap. Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. “Banyak yang memesan moge klasik jenis Norton dan BSA. Kalau aslinya hargnya sangat mahal, sehingga banyak pemesan dibuatkan replika kedua moge,” katanya.
Aris mematok harga Rp35 juta-Rp40 juta. Penjualan dilakukan melalui relasi serta memanfaatkan media sosial. “Mudah-mudahan semakin laku dan bengkel yang saya miliki tambah besar sehingga dapat memperkerjakan warga sekitar rumah,” katanya.
Dia menambahkan, moge yang dibuat kebanyakan digunakan untuk pajangan di kafe-kafe. Aris mengatakan kendaraan ini bisa digunakan di jalanan, namun terkendala surat menyurat. “Suratnya kan mobil. Jadi, kalau mau dipakai di perkampungan saja,” seloroh dia.
BACA JUGA: Meski Kesal Fans PSS Tewas Dikeroyok, Sultan HB X Mengaku Susah Membekukan Suporter Bola
Salah seorang warga Piyaman, R Ardityo, sering melihat pembuatan moge berbahan mesin mobil ini. Menurut dia, prosesnya unik dan dibutuhkan keahlian agar hasil sesuai dengan yang direncanakan sejak awal.
Dia mengaku sudah mencoba moge buatan Aris dan saat dikendarai di jalan enak karena tidak goyang. “Motornya unik dan dipakai juga stabil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.