Advertisement

Penggunaan Danais Untuk Kebudayaan Beri Manfaat Warga DIY

Sunartono
Rabu, 31 Agustus 2022 - 06:57 WIB
Sirojul Khafid
Penggunaan Danais Untuk Kebudayaan Beri Manfaat Warga DIY Talkshow dalam peringatan satu dasawarsa Keistimewaan DIY di Museum Sonobudoyo, Jogja, Selasa (30/8/2022) malam. - Harian Jogja/Sunartono.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan DIY telah menyalurkan dana keistimewaan ke seluruh kelompok elemen masyarakat di DIY melalui urusan kebudayaan. Hal itu dibahas dalam talkshow peringatan Satu Dasawara Keistimewaan DIY bertajuk Urusan Kebudayaan Jumangkah Waspada di Museum Sonobudoyo, Jogja, Selasa (30/8/2022) malam.

Dalam peringatan satu dasarwarda keistimewaan itu dihadiri seluruh kepala dinas kebudayaan kabupaten dan kota seluruh DIY. Rangkaian kegiatan itu terdiri atas pemotongan tumpeng yang dilakukan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, bersama kepala dinas kebudayaan kabupaten dan kota. Selain itu diisi dengan hiburan dan talkshow terkait dana keistimewaan. Dalam talkshow tersebut diiringi dipandu dan diiringi para seniman Den Baguse Ngarso, Dalijo, dan kelompoknya. Event tersebut kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Makutho Romo dan dalang Sri Mulyono.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyatakan saat ini kondisi pemahaman masyarakat terkait Danais mulai meningkat. Sosialisasi ke masyarakat pun terus dilakukan di tengah masyarakat sesuai konsep yang sejalan dengan program perencanaan di urusan kebudayaan. Masyarakat perlu memperhatikan bahwa harus ada konsep yang jelas terkait pengajuan Danais. Karena program yang dijalankan harus memberikan dampak ke masyarakat. Sehingga penggunaan Danais dapat dirasakan oleh masyarakat.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Paniradya Kaistimewan DIY Dorong Kalurahan Maritim Ajukan Program Pendanaan Lewat Danais

"Susahnya pengganggaran Danais yang juga harus dipahami kelompok masyarakat adalah tidak bisa mendadak, harus masuk di perencanaan dulu. Ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan di sistem. Kadang anggaran ada tetapi sistem tidak memungkinkan," kata Dian dalam talkshow peringatan Satu Dasawarsa Keistimewaan DIY, Selasa (30/8/2022).

Dian mengatakan, salah satu contoh kegiatan budaya adalah wayangan yang sudah banyak digelar di wilayah DIY. Meskipun event budaya, namun bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang tidak hanya sekadar hiburan atau pelestarian budaya namun juga ke dampak ekonomi.

"Setiap hari di DIY ada wayang, tidak kelompok tetapi satu kesatuan ekosistem wayang, meskipun ada wayang semalam selesai. Dampaknya tidak bisa diukur dalam satu event, tetapi dalam satu kesatuan dampaknya luar biasa. Dampak ekonomi itu ikutan, wayang jelas ada konsumsi, dari sisi kuliner penyedia UMKM makanan, kemudian pekerja seni, pengelola event sampai pada pelaku UMKM terutama jika event digelar di desa," ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Niken Probo Laras, menambahkan pengajuan terkait penggunaan program Danais oleh kelompok masyarakat di Kulonprogo terus meningkat. Hal ini menjadi indikator bahwa Danais sangat terbuka diakses masyarakat. Bahkan di Kulonprogo hingga Agustus ini pengajuan untuk pentas seni dan upacara adat sudah habis karena banyaknya yang mengajukan.

BACA JUGA: Wilayah Selatan DIY Bakal Jadi Halaman Muka

Advertisement

"Kami punya ripparda yang ketetapannya pariwisata berbasis budaya, sekaligus kawasan strategis pariwisata nasional. Kami objek wisata berkarya ada sendratari Sugriwa Subali, ini produk seni budaya yang tariannya sangat menarik," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, memastikan semua kelompok masyarakat di Kota Jogja bisa mengakses Danais asal sesuai persyaratan. Pemahaman kelompok untuk mengakses pun terus meningkat. "Nyatanya sekarang sudah banyak karena jumlah sanggar seni harus sudah ber-NIK, saat ini sudah banyak yang teregister. Berkahnya Danais ini dirasakan masyarakat di Kota Jogja," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara, yang hadir dalam talkshow tersebut menyatakan melalui dukungan Danais sudah ada ratusan pementasan budaya di Gunungkidul. Berbagai potensi budaya yang dikembangkan berkat Danais untuk mendukung pariwisata.

Advertisement

"Sehingga budaya menjadi inkubator ekonomi, industri budaya. Kami mendukung program wisata harus mendunia, yang bisa adalah culture tourism dan sport tourism. Bagaimana budaya menjadi daya dukung pariwisata, itu yang kami lakukan di Gunungkidul," katanya.

BACA JUGA: Peringatan Dasawarsa Keistimewaan Melibatkan Banyak Pihak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement