38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Ilustrasi wisata bunga celosia di Kebun Bunga Celosia di Dusun Nglaos, Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul./Harian Jogja
Harianjogja.com, Gunungkidul – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan berdampak pada naiknya harga di berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata atau dalam hal ini adalah ongkos perjalanan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan kenaikan harga BBM berdampak terhadap semua sektor, tak terkecuali dunia pariwisata. Kondisi ini membuat dilema bagi pelaku wisata karena baru mulai tumbuh setelah terdampak pandemi.
“Pasti untuk penginapan akan terimbas. Sedangkan untuk harga menu, pelaku usaha juga bingung karena mau menaikan harga, tetapi di sisi lain daya beli juga belum stabil,” katanya kepada wartawan, Minggu (4/9/2022).
Menurut dia, biro perjalan wisasta juga akan ikut dinaikkan. Sunyoto mengaku sudah mendapatkan kabar bahwa harga sewa kendaraan mengalami kenaikan pasca-naiknya harga jual BBM yang ditetapkan per 3 September lalu. “Jadi memang ada efek domino dari kenaikan BBM,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.