SPMB 2026 Rampung, Seluruh Kuota SMA dan SMK Negeri Sleman Terisi
Seluruh rombel SMA dan SMK Negeri di Sleman terisi penuh setelah tahapan pemenuhan cadangan SPMB 2026 selesai.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO — Jadwal penyaluran dan jumlah sasaran penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kulonprogo masih belum jelas hingga kini.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo mengaku masih berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia terkait dengan penyaluran bantuan ini. Padahal, saat ini, harga BBM, baik yang bersubsidi (Pertalite dan Solar) maupun nonsubsidi (Pertamax) sudah naik.
Kepala Dinsos PPPA Kulonprogo, Yohanes Irianto menerangkan bila koordinasi telah dilakukan dengan PT Pos Indonesia terkait dengan penyaluran BLT BBM.
BACA JUGA: Ada Tol Mengarah ke YIA, Ini Dia Tiga Permintaan Pemkab Kulonprogo
Namun, koordinasi tersebut belum sampai pada bahasan pembuatan jadwal. Irianto juga masih menunggu juknis lebih lanjut dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"PT Pos Indonesia sudah berkoordinasi dengan kami, tetapi belum sampai pada pembuatan jadwal penyaluran. Kami juga masih menunggu surat dan juknis dari Kemensos," kata dia, Senin (5/9/2022).
Perihal jumlahnya, Irianto saat ini belum tahu berapa jumlah masyarakat Kulonprogo yang menjadi sasaran BLT BBM ini. Menurutnya data berada di PT Pos. "Belum tahu [jumlah sasaran], ada di PT Pos," tuturnya.
Data penerima bansos secara by name by address ditentukan dari Kemensos. Namun, bila ada usulan atau penyanggahan bansos, Irianto menerangkan bila ada aplikasi khusus yang bisa mengurusi hal-hal tersebut. "Ada aplikasi cek bansos untuk usul, sanggah dari Kemensos," terangnya.
Meski belum digulirkan di Kulonprogo, Irianto mewanti-wanti masyarakat untuk menggunakan dana BLT BBM nantinya dengan bijak, seperti untuk keperluan pembelian bahan-bahan pangan.
"Bagi penerima bansos agar menggunakan bantuan untuk membeli bahan pangan yang akan terdampak kenaikan BBM," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seluruh rombel SMA dan SMK Negeri di Sleman terisi penuh setelah tahapan pemenuhan cadangan SPMB 2026 selesai.
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Pelaku penggelapan motor di Wates ditangkap di Stasiun Tugu Jogja saat hendak kabur ke Purwokerto menggunakan kereta api.
Sebanyak 50 pasien mengikuti operasi sumbing bibir gratis di Bekasi yang digelar Sido Muncul dan Smile Train Indonesia.
PSEL Piyungan diperkirakan membutuhkan investasi Rp2 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028 untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Syafiq Raif Muzaffar, siswa SLB di Bantul, meraih Juara I Nasional FLS3N Diksus kategori seni lukis melalui karya bertema budaya Yogyakarta.