Gerai KDMP Bantul Belum Beroperasi, DPRD Soroti Kesiapan Pengurus
Operasional gerai KDMP di Bantul masih menunggu petunjuk teknis pusat. DPRD mengingatkan pentingnya kemampuan manajerial dan pendampingan pengurus.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono (kanan) memberikan cinderamata kepada Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rohmad saat berkunjung ke kantor setempat, Rabu (7/9/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY berupaya mengembalikan marwah kesatuan sesuai dengan spirit penamaan instansi agar dapat menjadi teladan bagi jajaran satpol PP lain di Indonesia. Stigma kepada satpol PP yang kadung melekat di masyarakat selama ini harus diubah dan disesuaikan dengan budaya penegakan peraturan daerah (perda) yang persuasif dan mengayomi.
Kepala Satpol PP DIY Noviar Rohmad mengatakan perlu upaya ekstra untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap satpol PP yang selama ini negatif. Dalam banyak kesempatan, penegakan perda yang melibatkan petugas kerap menimbulkan bentrok fisik, bahkan gesekan yang tajam dengan masyarakat. Padahal, menurutnya hal itu belum tentu efektif dan memberi efek jera dalam penegakan hukum.
"Saya memang berkeinginan untuk mengembalikan marwah satpol PP sesuai dengan namanya yakni pamong, jadi harus melayani dan mengayomi dalam penegakan aturan. Bagaimana agar upaya pencegahan lebih dimaksimalkan dibandingkan dengan penertiban," kata Noviar saat menerima audiensi tim Harian Jogja di Kantor Satpol PP DIY, Rabu (7/9/2022).
Hal ini tidak terlepas dari pencapaian pihaknya yang pada tahun ini menerima tiga penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri terkait dengan Karya Bhakti Peduli Satpol PP, Pembinaan Linmas Terbaik Se-Indonesia, dan Penegakan Perda Terbaik Se-Indonesia. Hal ini membuat Satpol PP DIY menjadi laboratorium percontohan bagi satpol PP lain di Indonesia. Menurut Noviar perlu peran masyarakat luas untuk mendukung perubahan citra.
BACA JUGA: Bansos BBM untuk Warga Jogja Akan Disalurkan Lewat Aplikasi
"Harapan kami bisa bersinergi dengan masyarakat luas, terutama media sebagai bagian dari edukasi, karena sasarannya lebih luas efektivitasnya dibandingkan penertiban. Apalagi dengan ketugasan yang luas dan dan dukungan SDM yang minim, kami rasa perlu upaya bersama untuk menumbuhkan budaya tertib dan sadar hukum di masyarakat," katanya.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono menyebut satpol PP punya peran yang penting dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban wilayah. Penegakan perda dan peraturan perundang-undangan harusnya bersifat tegas, tetapi dalam koridor yang humanis. Oleh karena itu, penyampaian tugas-tugas satpol PP oleh media harus berdasarkan fakta dan menjadi bahan yang menarik untuk diberitakan.
"Peran dalam menjaga kondisi ketertiban wilayah dan penegakan hukum ini yang mestinya mendapat wadah untuk disampaikan kepada publik, karena media juga punya tanggung jawab untuk turut serta dalam mengawal dan jadi sumber informasi bagi masyarakat luas," kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Operasional gerai KDMP di Bantul masih menunggu petunjuk teknis pusat. DPRD mengingatkan pentingnya kemampuan manajerial dan pendampingan pengurus.
Sejumlah tokoh sepak bola Eropa mendorong Arsène Wenger menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2027. Wenger belum menyatakan maju.
Kenali pengaturan privasi WhatsApp untuk remaja, mulai dari izin grup hingga visibilitas Status, serta hal yang perlu diperiksa orang tua.
PSIM Jogja kalah 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima Super League 2026/2027. Dua gol pada babak kedua memperpanjang tren negatif Laskar Mataram.
Alex Marquez menilai Ducati berpotensi menerapkan team order untuk membantu Marc Marquez juara MotoGP 2026. Persaingan gelar masih ketat.
PSIM Yogyakarta kalah 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima Super League 2026/2027. Penalti Ze Valente belum menyelamatkan tuan rumah.