Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Suasana pertemuan forum bank sampah di Kelurahan Sorosutan, Jogja, Rabu (7/9/2022)/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Forum Bank Sampah Kota Jogja mendorong bank sampah di setiap Rukun Warga (RW) untuk memulai pengelolaan sampah organik rumah tangga. Hal ini jadi pekerjaan rumah yang penting, lantaran pengelolaan bank sampah selama ini masih fokus pada pemilihan dan pengelolaan sampah anorganik.
Ketua Forum Bank Sampah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya, mengatakan pada tahun ini ada beberapa program yang akan dijalankan oleh forum bank sampah Kota Jogja dalam upaya penanganan sampah. Peran bank di setiap RW akan dimaksimalkan guna memastikan pengelolaan sampah optimal sejak dari hulu.
"Hal pertama yang kami dorong adalah bagaimana bank sampah ini bisa menambah jumlah anggota atau nasabah supaya lebih meningkat. Desember kami akan cek lagi kondisinya bagaimana," kata Aman dalam pertemuan forum bank sampah di Kelurahan Sorosutan, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA: Dishub DIY Tegaskan Tarif Trans Jogja Tidak Akan Naik, tapi Armada yang Sepi Akan Dikurangi
Selanjutnya adalah membuat bank sampah di tiap RW yang jumlahnya mencapai 500 lebih, untuk memulai pengelolaan sampah organik karena jenis sampah ini masih yang terbanyak. Menurutnya, banyak sekali metode pengolahan sampah organik yang bisa dimanfaatkan bank sampah agar bisa menghasilkan produk lain hasil dari olahan sampah organik.
"Metodenya banyak sekali, bisa lewat magot, ember tumpuk, atau bisa lewat biopori rumah tangga, jadi kami sekaligus ingin menggugah kesadaran rumah tangga untuk mengelola sampah organik," kata dia.
Mantri Pamong Praja Kemantren Umbulharjo, Rajwan Taufiq, menyatakan pihaknya bersama tim faskel kelurahan sudah sepakat akan menerapkan pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode ember tumpuk di wilayah itu. Ini dipilih lantaran pembuatannya yang gampang dan bahannya mudah dicari.
"Sudah kami data semua, perbandingannya lima kg sampah dapur rumah tangga atau organik itu bisa menghasilkan satu kg pupuk padat organik," katanya.
BACA JUGA: Kawasan Aerotropolis Kulonprogo Dilirik Investor Kanada
Selain itu, pengolahan sampah organik lewat metode ember tumpuk juga menghasilkan pupuk cair dengan perbandingan satu ember tumpuk menghasilkan tujuh liter pupuk cair. Hal ini diakuinya masih dapat menyerap sedikit dari jumlah penghasilan sampah per hari di wilayah Umbulharjo.
"Kami akui memang masih menyerap sedikit, karena sampah di Umbulharjo itu bisa mencapai 30-40 ton sehari. Tapi akan kami coba gerakkan secara masif agar bisa lebih banyak menyerap sampah," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.