Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Suasana pertemuan forum bank sampah di Kelurahan Sorosutan, Jogja, Rabu (7/9/2022)/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Forum Bank Sampah Kota Jogja mendorong bank sampah di setiap Rukun Warga (RW) untuk memulai pengelolaan sampah organik rumah tangga. Hal ini jadi pekerjaan rumah yang penting, lantaran pengelolaan bank sampah selama ini masih fokus pada pemilihan dan pengelolaan sampah anorganik.
Ketua Forum Bank Sampah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya, mengatakan pada tahun ini ada beberapa program yang akan dijalankan oleh forum bank sampah Kota Jogja dalam upaya penanganan sampah. Peran bank di setiap RW akan dimaksimalkan guna memastikan pengelolaan sampah optimal sejak dari hulu.
"Hal pertama yang kami dorong adalah bagaimana bank sampah ini bisa menambah jumlah anggota atau nasabah supaya lebih meningkat. Desember kami akan cek lagi kondisinya bagaimana," kata Aman dalam pertemuan forum bank sampah di Kelurahan Sorosutan, Rabu (7/9/2022).
BACA JUGA: Dishub DIY Tegaskan Tarif Trans Jogja Tidak Akan Naik, tapi Armada yang Sepi Akan Dikurangi
Selanjutnya adalah membuat bank sampah di tiap RW yang jumlahnya mencapai 500 lebih, untuk memulai pengelolaan sampah organik karena jenis sampah ini masih yang terbanyak. Menurutnya, banyak sekali metode pengolahan sampah organik yang bisa dimanfaatkan bank sampah agar bisa menghasilkan produk lain hasil dari olahan sampah organik.
"Metodenya banyak sekali, bisa lewat magot, ember tumpuk, atau bisa lewat biopori rumah tangga, jadi kami sekaligus ingin menggugah kesadaran rumah tangga untuk mengelola sampah organik," kata dia.
Mantri Pamong Praja Kemantren Umbulharjo, Rajwan Taufiq, menyatakan pihaknya bersama tim faskel kelurahan sudah sepakat akan menerapkan pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode ember tumpuk di wilayah itu. Ini dipilih lantaran pembuatannya yang gampang dan bahannya mudah dicari.
"Sudah kami data semua, perbandingannya lima kg sampah dapur rumah tangga atau organik itu bisa menghasilkan satu kg pupuk padat organik," katanya.
BACA JUGA: Kawasan Aerotropolis Kulonprogo Dilirik Investor Kanada
Selain itu, pengolahan sampah organik lewat metode ember tumpuk juga menghasilkan pupuk cair dengan perbandingan satu ember tumpuk menghasilkan tujuh liter pupuk cair. Hal ini diakuinya masih dapat menyerap sedikit dari jumlah penghasilan sampah per hari di wilayah Umbulharjo.
"Kami akui memang masih menyerap sedikit, karena sampah di Umbulharjo itu bisa mencapai 30-40 ton sehari. Tapi akan kami coba gerakkan secara masif agar bisa lebih banyak menyerap sampah," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.