Advertisement

Begini Klarifikasi LDII Sleman terhadap Penolakan Warga Bimomartani

Budi Cahyana
Selasa, 13 September 2022 - 12:32 WIB
Budi Cahyana
Begini Klarifikasi LDII Sleman terhadap Penolakan Warga Bimomartani Logo LDII - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengklarifikasi penolakan warga Tegal Balong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, terhadap aktivitas LDII di permukiman setempat.

DPD LDII Kabupaten Sleman menyayangkan penyegelan dan penghentian pembangunan masjid binaan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Bimomartani oleh warga Tegal Balong pada Minggu (12/9/2022).

“LDII sebagai  ormas Islam yang berasaskan Pancasila sejak 1972, mengajak mengedepankan dialog serta menjaga ketertiban dan keamanan nasional,” kata Ketua PC LDII Kecamatan Ngemplak, Muslih, melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Selasa (13/9/2022).

Dia menegaskan LDII memegang prinsip selalu berusaha menaati peraturan pemerintah dan menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan. Prinsip tersebut, menurut dia, selalu dipegang dalam pembangunan masjid.

“Hal ini sebagai wujud nyata pengamalan sila-sila Pancasila, UUD 1945, sekaligus mengamalkan perintah dalam Al Qur'an dan Hadis,” ujar Muslih.

“Warga dan pengurus LDII sangat terbuka untuk saling berdialog, menghormati dan bertoleransi terhadap perbedaan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami terus menasehati warga LDII menjadi warga negara yang baik, taat pada Pancasila, UUD 1945 dengan segala aturan turunannya.

Dia mengatakan warga LDII turut merayakan Hari Kemerdekaan RI setiap Agustus. Sekolah-sekolah dan pondok pesantren binaan LDII juga menyelenggarakan dan mengikuti upacara peringatan HUT ke-77 RI.

“Bahkan, pada 24 Agustus 2022, DPP LDII terus merawat kebinekaan dalam wadah NKRI, dengan mengadakan webinar kebangsaan yang menghadirkan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Agama meminta umat beragama menjadi agen transformasional, yang mampu mengembangkan nilai-nilai spiritualitas keimanan, mental kultural, dan kemanusiaan di kemajemukan,” ujar Muslih.

Dalam keterangan tertulis, Anji Sujiman, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman mengajak seluruh warga masyarakat Tegal Balong dan pengurus beserta warga PAC LDII Bimomartani untuk berusaha menjaga lingkungan masing-masing. Dia menyebut Masjid Nur Hidayah Tegal Balong yang dipersoalkan warga sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemkab Sleman.

“Demikian pula untuk izin operasional Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari Kantor Kementerian Agama Sleman. Mari saling menjaga suasana agar bisa kondusif,” kata Anji.

Advertisement

Sementara itu, Kepala MDT Nur Hidayah Tegal Balong, Sigit Nuryanto, mengajak seluruh warga masyarakat dan warga LDII Bimomartani untuk saling menghormati dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari.

Sigit menjelaskan MDT Masjid Nur Hidayah telah memperoleh Piagam Penyelenggaraan MDT Kemenag Sleman Nomor Statistik 311234040099 tertanggal 19 Oktober 2020.

“MDT Masjid Nur Hidayah ini membina santri agar alim-fakih, berakhlakul karimah, dan mandiri, serta bertabiat jujur, amanah, hemat dan bekerja keras, rukun, kompak, dan dapat saling bekerja sama. Semua santri yang sudah kami daftarkan ke Kemenag Sleman berasal dari Tegal Balong dan sekitarnya. Pendidikannya gratis,” tutur Sigit. Selain itu, warga LDII di Tegal Balong turut bergotong-royong saat pembuatan talud di wilayah RT, memberikan bantuan semen, gotong royong kebersihan jalan kampung, meramaikan Agustusan, gowes muda-mudi, dan lainnya. Warga LDII memberikan pula bantuan sembako kepada warga Tegal Balong yang sedang isoman.

Advertisement

BACA JUGA: Warga di Sleman Turun ke Jalan Tolak Keberadaan LDII

Puluhan warga Tegal Balong mendatangi bangunan yang selama ini digunakan untuk kegiatan LDII, Minggu (11/9/2022). Mereka menolak aktivitas LDII di wilayah tersebut.

Juru bicara warga Mulyadi mengatakan keberadaan LDII meresahkan warga Tegal Balong. Pasalnya aktivitas warga LDII di tempat tersebut dinilai mengganggu ketenangan warga setempat. Apalagi selama pandemi Covid-19 aktivitas warga LDII dari luar daerah tersebut tidak berhenti. “Apalagi, warga LDII yang hanya enam kepala keluarga itu mendirikan tempat ibadah [masjid] di sini. Padahal di sekitar sini sudah banyak masjid dan musala,” katanya di sela aksi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Arkeolog Temukan Gigi Berusia 1,8 Juta Tahun di Georgia

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement