Advertisement
Selain Ramah Lingkungan, Bus Listrik Juga Bikin Indonesia Mandiri Energi

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah semakin gencar mendorong pemanfaatan kendaraan listrik. Presiden Joko Widodo memberikan instruksi langsung agar kendaraan dinas bisa berbasis listrik. Kendaraan listrik memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM).
Kendaraan listrik lebih ramah lingkungan, sumber energinya bisa dari energi terbarukan, dan juga mendorong Indonesia menjadi negara yang mandiri energi karena tidak perlu impor. Di Jogja, kendaraan listrik sudah dipakai di lingkungan pendidikan seperti kampus. Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi salah satu kampus yang sudah memanfaatkan kendaraan listrik.
Advertisement
Sejak April tahun ini, dua bus listrik Trans Gajah Mada (Transgama) telah beroperasi. Ketua Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Pengolahan Isyarat Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM (DTETI FT UGM), Eka Firmansyah mengatakan bus listrik memiliki kekurangan dan kelebihan.
Kelebihannya, biaya energi yang dibutuhkan untuk mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) lebih murah daripada isi BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kendaraan listrik menurutnya juga lebih hening, sehingga nyaman bagi penumpangnya.
"Kerugian transportasi sejenis adalah biaya awal yang besar. Bus listrik lebih mahal daripada bus biasa. Sekitar dua kali lipat dari bus biasa," ucapnya kepada Harian Jogja, Jumat (16/9/2022).
Infrastruktur pengisian daya bus listrik harus diperkuat karena kebutuhan dayanya besar. "Paling sering dilupakan, kendaraan massal listrik ini memerlukan budaya baru. Mulai budaya antre, budaya merencanakan perjalanan, budaya tertib, dan budaya sopan. Ini merupakan hal penting dalam dunia pendidikan," jelasnya.
BACA JUGA: Pengisian Daya Mobil Listrik Rencananya Dibangun di Sekitar Malioboro
Bus listrik di UGM masih memanfaatkan suplai dari PT PLN (Persero). Namun demikian sumber listrik PLN saat ini tidak hanya berasal dari energi fosil, tetapi juga dari energi terbarukan.
"Bus listrik ini digunakan untuk angkutan internal kampus. Di masa awal penggunaan, penumpang masih sedikit. Tapi sekarang sudah mulai banyak dimanfaatkan terutama pada jam sibuk," ucapnya.Â
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Polres Wonogiri Tangkap Guru Silat yang Cabuli 7 Murid Perempuan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
- H+3 Lebaran 2025, Pantai Parangtritis Dikunjungi 14.000 Wisatawan
Advertisement
Advertisement