Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Sosialisasi pelaksanaan Pembangunan Jalan Ruas Siyono-Baleharjo Tahap 1 di GK Steak di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (22/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Asosiasi Pedagang Kali Lima Indonesia (Apkli) Gunungkidul, Ade Jumino, mempertanyakan nasib para PKL selama proses penataan wajah kota dari Bundaran Siyono, Logandeng, Playen hingga Kranon di Kalurahan Kepek, Wonosari, Gunungkidul. Hal ini disampaikan saat sosialisasi Pelaksanaan Pembangunan Jalan Ruas Siyono-Baleharjo Tahap 1 di GK Steak di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (22/9/2022).
Menurut dia, selama pengerjaan berlangsung, ada puluhan PKL yang terkena dampaknya. Pedagang tidak bisa berjualan di lokasi yang selama ini dipergunakan karena terkena pembangunan.
“Praktis mereka tidak bisa berjualan. Terus, kami mau ke mana?” kata Jumino, Kamis siang.
Dia mengungkapkan sesuai dengan pemaparan dari rekanan yang mengerjakan, proyek pembangunan akan berlangsung selama 103 hari. Selama waktu itu, pedagang tidak bisa berjualan.
Oleh karenanya, ia meminta kompensasi sehingga para pedagang tidak merasa dirugikan. “Kalau boleh ada bantuan atau apalah sehingga pedagang tidak mengganggur,” katanya.
Keluhan terhadap rencana pembangunan wajah kota ini tidak hanya dirasakan oleh PKL. Lurah Kepek Bambang Setiawan juga mengeluhkan hal yang sama.
Menurut dia, selama perencanaan pembangunan, kalurahan tidak pernah dilibatkan. Sementara, pada saat sosialisasi, ada rencana pembongkaran Tugu Lar Badak yang menjadi batas wilayah dengan Kalurahan Logandeng, Playen.
“Tugu Lar Badak juga memiliki filosofis karena menjadi ciri khas di Gunungkidul. Jadi, saya minta dalam pembangunan tidak meninggalkan filosofi yang sudah ada,” katanya.
Bambang tidak mempermasalahkan saat Tugu Lar Badak akan dibongkar. Ia hanya meminta dibangun kembali sebagai pengganti.
“Ya kalau tidak dibangun urusannya Lurah Kepek dengan Kepala DPUPRKP Gunungkidul. Saya akan mencari ke mana pun berada,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Irawan Jatmiko menerima segala masukan dalam sosialisasi, termasuk adanya penolakan terkait dengan penggantian ikon kendang menjadi Tugu Tobong Gamping. Menurut dia, PKL tidak menerima kompensasi.
BACA JUGA: Tanah di Sekitar Kelok 18 JJLS Gunungkidul Bantul Sudah Mahal, Warga Enggan Menjual
Meski demikian, pihaknya sudah berkomunikasi dengan rekanan yang mengerjakan untuk memfasilitasi menjadi pekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki. “Akan ditampung untuk bekerja selama pembangunan berlangsung,” katanya.
Terkait dengan Tugu Lar Badak, Irawan mengatakan akan melakukan kajian terlebih dahulu. Apabila terpaksa harus dibongkar, jawatannya siap membangun baru sebagai pengganti.
“Desain akan disesuaikan. Kalau perlu akan dibuat dengan model lobang di bawah untuk aktivitas pejalan kaki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.