Advertisement

Profil Samekto Wibowo, Guru Besar UGM yang Meninggal Setelah Terseret Ombak di Gunungkidul

CRA22
Minggu, 25 September 2022 - 08:47 WIB
Budi Cahyana
Profil Samekto Wibowo, Guru Besar UGM yang Meninggal Setelah Terseret Ombak di Gunungkidul Samakto Wibowo - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMANUniversitas Gadjah Mada (UGM) kehilangan guru besarnya akibat kecelakaan laut di Pantai Selatan Gunungkidul. Guru Besar Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Samekto Wibowo, 78, meninggal dunia setelah terseret ombak Pantai Indrayanti atau Pulang Sawal, Gunungkidul, Sabtu (24/9/2022).

“Beliau adalah senior yang langka dan jarang ditemukan, beliau dekat dengan siapa pun,” tutur Ova Emilia, Rektor UGM.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Ova Emilia menuturkan Samekto semasa hidupnya aktif melakukan penelitian. Dia adalah pribadi yang hangat. Ova Emilia mengatakan Samekto  merupakan pendidik yang rendah hati dan tak segan berbagai ilmu dengan peneliti muda.

“Kami sangat kehilangan,” kata Ova Emilia.

Samekto menamatkan pendidikan Doktor Spesialis Neurologi di UGM dan tercatat sebagai anggota di Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi). Ia juga seorang dokter spesialis saraf yang berpraktek di RS Ludira Husada Tama. Semasa hidupnya, Samekto telah menerbitkan buku Tumbuhan Obat I dan meneliti potensi cetusan akustik batang otak sebagai alat identifikasi koma pada 1994, dan  merupakan Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Stem Cell Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito.

Jenazah Samekto disemayamkan di rumah duka di Sapen. Penghormatan terakhir untuk Samekto dilakukan di Balairung UGM pada Minggu (25/9/2022) pukul 09.00 WIB. Jenazah kemudian diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Ceper, Klaten.

Samekto Wibowo meninggal dunia karena terseret ombak di Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus, Sabtu (24/9/2022) siang. Tim SAR sudah berupaya memberikan pertolongan, tetapi nyawa korban tak dapat diselamatkan.

Peristiwa ini bermula saat Samekto bersama teman alumni Fakultas Kedokteran UGM Angkatan 61-63 menyelenggarakan reuni dengan berwisata ke Pantai Indrayanti. Rombongan tiba di pantai sekitar pukul 11.00 WIB.

Advertisement

Setelah beristirahat sejenak, Samakto Bersama seorang rekan memutuskan untuk berfoto-foto di pantai. Nahasnya saat berfoto tiba-tiba datang gelombang tinggi dan menerjang tubuh korban terseret ke tengah.

Melihat kejadian ini, tim SAR yang berjaga berusaha memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban. Tubuh Samekto dapat diselamatkan dan dibawa ke tepi namun dalam keadaan tak sadarkan diri.

Pertolongan lanjutan pun dilakukan dengan membawa korban ke Puskesmas 1 Tepus. Namun pada saat diperiksa dokter, Samekto sudah dinyatakan meninggal dunia.

Advertisement

BACA JUGA: Hingga Pertengahan September, Sudah Empat Nelayan Gunungkidul Hilang di Laut

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah 1 DIY di Pantai Baron, Surisdiyanto, kemungkinan Samekto kebanyakan minum air sehingga tidak sadarkan diri.

Dia menjelaskan, upaya pertolongan sudah diberikan dengan membawanya ke puskesmas. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. “Sudah diperiksa oleh dokter dan sudah dalam kondisi meninggal. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RSUD untuk kemudian diserahkan ke keluarga,” katanya.

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Bantul Hujan Tipis

News
| Sabtu, 03 Desember 2022, 08:07 WIB

Advertisement

alt

Sambut Natal, Patung Cokelat Sinterklas Terbesar di Indonesia Ada di Hotel Tentrem Jogja

Wisata
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement