Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – SAR Satlinmas Wilayah 1 DIY di Pantai Sadeng mengimbau kepada nelayan untuk menggunakan alat pelindung diri pada saat melaut. Alat pengamanan ini bertujuan mengurangi risiko korban jiwa pada saat terjadi kecelakaan laut.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 DIY, Sunu Handoko mengatakan, anggota SAR hanya membantu pengawasan dan pencarian pada saat terjadi kecelakaan laut. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat maupun para nelayan.
“Tugas kami membantu, tapi untuk keselamatan diri butuh partisipasi aktif dari semua orang, baik pengunjung maupun para nelayan,” kata Sunu, Senin (19/9/2022).
Sunu mengungkapkan, sejak awal tahun sudah ada sejumlah kecelakaan laut. Dari jumlah ini ada lima korban yang hilang dan hingga sekarang tak ditemukan.
“Yang hilang satu pengunjung dan empat nelayan. Hingga sekarang keempatnya tidak ditemukan,” katanya.
Ia berharap kasus ini bisa dijadikan pelajaran bersama agar peristiwa yang sama tidak terulang. Kepada pengunjung, Sunu berharap agar tidak bermain di area berbahaya untuk menghindari terjadinya kecelakaan laut.
Adapun untuk nelayan, ia meminta agar terus memantau perubahan gelombang di laut. “Teknologi sudah sangat berkembang dan bisa dipantau setiap saat. Apabila kondisi sedang tidak baik, jangan melaut dahulu untuk keselamatan,” katanya.
Selain itu, Sunu juga meminta kepada nelayan saat melaut menggunakan alat pelindung diri. Salah satunya terus memakai jaket pelampung untuk keselamatan.
“Jaket pelampung ini sangat penting karena membantu di saat-saat genting dan bisa menyelamatkan sesorang saat jatuh ke laut karena bisa tetap terapung,” katanya.
Disinggung mengenai pencarian Didit, salah seorang nelayan di Pantai Sadeng yang hilang saat buang air besar di laut, Sunu mengaku sudah berusaha mencari, namun hasilnya belum sesuai yang diharapkan.
BACA JUGA: Jejak Kelam Inggris di Jogja, Rampok Harta Kraton dan Asingkan Sultan ke Malaysia
“Sudah berusaha dicari, tapi tidak ketemu hingga operasi pencarian dihentikan pada Jumat [16/9/2022]. Makanya kami meminta saat beraktivitas di laut, para nelayan agar memakai jaket pelampung,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Marjono. Menurut dia, pemakaian jaket pelampung untuk mengurangi risiko fatalitas saat terjadi kecelakaan.
“Keberadaan pelampung sangat membantu. Jadi, jangan jangan diabaikan karena untuk keselamatan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.