Advertisement

Hingga Pertengahan September, Sudah Empat Nelayan Gunungkidul Hilang di Laut

David Kurniawan
Senin, 19 September 2022 - 16:57 WIB
Bhekti Suryani
Hingga Pertengahan September, Sudah Empat Nelayan Gunungkidul Hilang di Laut Aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – SAR Satlinmas Wilayah 1 DIY di Pantai Sadeng mengimbau kepada nelayan untuk menggunakan alat pelindung diri pada saat melaut. Alat pengamanan ini bertujuan mengurangi risiko korban jiwa pada saat terjadi kecelakaan laut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 DIY, Sunu Handoko mengatakan, anggota SAR hanya membantu pengawasan dan pencarian pada saat terjadi kecelakaan laut.  Untuk mengurangi risiko kecelakaan, juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat maupun para nelayan.

“Tugas kami membantu, tapi untuk keselamatan diri butuh partisipasi aktif dari semua orang, baik pengunjung maupun para nelayan,” kata Sunu, Senin (19/9/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sunu mengungkapkan, sejak awal tahun sudah ada sejumlah kecelakaan laut. Dari jumlah ini ada lima korban yang hilang dan hingga sekarang tak ditemukan.

“Yang hilang satu pengunjung dan empat nelayan. Hingga sekarang keempatnya tidak ditemukan,” katanya.

Ia berharap kasus ini bisa dijadikan pelajaran bersama agar peristiwa yang sama tidak terulang. Kepada pengunjung, Sunu berharap agar tidak bermain di area berbahaya untuk menghindari terjadinya kecelakaan laut.

Adapun untuk nelayan, ia meminta agar terus memantau perubahan gelombang di laut. “Teknologi sudah sangat berkembang dan bisa dipantau setiap saat. Apabila kondisi sedang tidak baik, jangan melaut dahulu untuk keselamatan,” katanya.

Selain itu, Sunu juga meminta kepada nelayan saat melaut menggunakan alat pelindung diri. Salah satunya terus memakai jaket pelampung untuk keselamatan.

“Jaket pelampung ini sangat penting karena membantu di saat-saat genting dan bisa menyelamatkan sesorang saat jatuh ke laut karena bisa tetap terapung,” katanya.

Advertisement

Disinggung mengenai pencarian Didit, salah seorang nelayan di Pantai Sadeng yang hilang saat buang air besar di laut, Sunu mengaku sudah berusaha mencari, namun hasilnya belum sesuai yang diharapkan.

BACA JUGA: Jejak Kelam Inggris di Jogja, Rampok Harta Kraton dan Asingkan Sultan ke Malaysia

“Sudah berusaha dicari, tapi tidak ketemu hingga operasi pencarian dihentikan pada Jumat  [16/9/2022]. Makanya kami meminta saat beraktivitas di laut, para nelayan agar memakai jaket pelampung,” katanya.

Advertisement

Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Marjono. Menurut dia, pemakaian jaket pelampung untuk mengurangi risiko fatalitas saat terjadi kecelakaan.

“Keberadaan pelampung sangat membantu. Jadi, jangan jangan diabaikan karena untuk keselamatan,” katanya. (David Kurniawan)

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement