Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Kondisi kandang ternak di Sriharjo, Imogiri, Bantul pada Senin, (03/10/2022) setelah diguyur hujan deras/Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras pada pekan pertama Oktober menyebabkan jembatan satu-satunya di Padukuhan Wunut, desa Sriharjo, Imogiri, Bantul longsor. Kini, jembatan itu hanya menyisakan separuh yang bisa dilewati.
Sub Pengelola Desa Wisata Srikeminut, Padukuhan Wunut, Sriharjo, Imogiri, Alip, mengatakan akibat hujan deras, debit air meluap dan arus deras sungai Oya menghanyutkan konstruksi bangunan yang sedang dibangket di bawah Jembatan Wunut.
“Jembatan [di Wunut] hampir putus kena terjangan air sungai Oya. Jembatan itulah yang longsor. Jadi ya hanya bisa dilewati separuh. Kami juga sudah ngasih rambu-rambu. Kami tutup pakai terpal. Terus pembangunan [di bawah jembatan] ya habis. Jebol kabeh itu. Lantai bagian bawah [jembatan] itu belum dicor jadi ya habis. Bis [beton] 24 biji hancur semua,” kata Alip dihubungi pada Senin, (3/10/2022).
Dia juga mengatakan lahan seluas lima hektare untuk tanaman cabai di Wunut terendam air. “Padahal sebagian mau dipanen,” lanjutnya.
Lurah Sriharjo, Titik Istiwayatun Khasanah, mengatakan banjir akibat hujan deras juga mengakibatkan kandang kelompok Andini Mulyo Demen Padukuhan Jati, Sriharjo, terendam air.
“[Itu terjadi karena] saluran irigasi tidak mampu menampung luapan air hujan dari utara. Sekitar 10 kandang tergenang air. Ternak sempat dievakuasi. Sekarang alhamdulillah sudah mandali [aman terkendali],” kata Titik.
BACA JUGA: Pekan III Oktober Bakal Masuk Musim Hujan, BPBD DIY: Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Titik mengatakankelompok ternak di Padukuhan Jati sangat perlu bantuan. “Kami butuh perbaikan gorong-gorong di dekat area kandang dan perbaikan gorong-gorong pembuangan akhir yang menuju Kali Celeng. Posisi gorong-gorong tersebut melintasi jalan kabupaten; jalan yang menghubungkan Kalurahan Karangtengah dan Sriharjo,” lanjutnya.
Dia menegaskan jika tidak segera diperbaiki luapan air bisa sampai ke kandang dan menggenangi sawah di sekitarnya. “Dampaknya jelas keselamatan ternak dan tanaman,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso, mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan logistik untuk warga yang kerja bakti menindaklanjuti bencana yang terjadi.
“Wunut itu kan ada longsor. Kemudian kampung siaga bencana kami yang ada di Kebun Agung menyalurkan logistik ke sana. Jadi itu bukan sembako untuk per orang. Tapi logistik untuk para warga yang bekerja bakti penanganan bencana,” kata Gunawan.
Lebih jauh, dia mengatakan penyaluran logistik tak berhenti di Padukuhan Wunut, tapi juga Wukirsari, dan Srimulyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Pemkot Jogja memperkuat kolaborasi dengan ormas untuk menangani persoalan sampah, budaya, kerukunan, pendidikan, dan generasi muda.
Laba KB Bank menyusut 95,12% menjadi Rp19,02 miliar pada semester I/2026, meski pendapatan bunga bersih tumbuh 36,57%.
Nelayan Pati Haryanto ditemukan meninggal di Pantai Dukuh Widengan setelah empat hari hilang saat berusaha menolong rekannya yang tenggelam.
Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani karhutla. Hotspot terdeteksi 1.323 titik hingga 19 September 2026.
Pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota menyebut kunjungan pembeli turun hingga 50% setelah MBG berjalan dan berdampak pada penjualan makanan.