Advertisement

Khawatirkan Kelestarian Lobster, Nelayan Gunungkidul Bersepakat Tidak Menangkap Benur

David Kurniawan
Senin, 17 Oktober 2022 - 06:27 WIB
Budi Cahyana
Khawatirkan Kelestarian Lobster, Nelayan Gunungkidul Bersepakat Tidak Menangkap Benur Ilustrasi bayi lobster. - HarianJogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penangkapan benur atau anakan lobster sempat marak dalam dua bulan terakhir di Gunungkidul. Nelayan kini bersepakat tidak menangkap benur untuk menjaga kelestarian lobster.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto mengatakan beberapa waktu lalu ada pertemuan yang difasilitasi Dinas Kelautan dan Perikanan DIY serta Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul. Dalam pertemuan tersebut, nelayan sepakat melatang penangkapan benur di wilayah perairan Gunungkidul.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Ini mengakhiri persselisihan yang sempat terjadi di kalangan nelayan di wilayah pesisir,” kata Rujimanto, Minggu (16/10/2022).

Menurut dia, pertemuan itu diadakan karena penangkapan benur sangat marak dalam dua bulan terakhir sangat marak. Sejumlah nelayan kemudian khawatir kelestarian lobster akan terancam.  “Kalau benur ditangkap, lobster yang bertelur akan ikut berkurang. Kalau terus-terusan terjadi, maka lama-lama lobster bisa punah,” katanya.

Benur-benur banyak ditangkap di perairan Sadeng hingga Wediombo.

“Biasanya nelayan menangkap saat malam hari,” katanya.

Rujimanto mengatakan harga benur terhitung tinggi sehingga banyak nelayan tergiur menangkapnya. Benur jenis mutiara dihargai Rp30.000 per ekor, sedangkan jenis pasir dihargai Rp6.000-13.000 per ekornya.

BACA JUGA: Babarsari Akan Dikembangkan Jadi Pusat Sains dan Edukasi Nuklir

Advertisement

“Memang lumayan tinggi, tapi kami tidak tertarik karena lebih senang menangkap lobster dewasa,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan pertemuan antar-nelayan itu bertajuk Rembug Nelayan Gunungkidul terkait Penangkapan Benur. Acara ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemda DIY, Polairud hingga TNI angkatan laut.

“Sejauh ini di Gunungkidul belum ada nelayan yang memiliki legalitas menangkap benur,” katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement