Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi bayi lobster./HarianJogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penangkapan benur atau anakan lobster sempat marak dalam dua bulan terakhir di Gunungkidul. Nelayan kini bersepakat tidak menangkap benur untuk menjaga kelestarian lobster.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto mengatakan beberapa waktu lalu ada pertemuan yang difasilitasi Dinas Kelautan dan Perikanan DIY serta Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul. Dalam pertemuan tersebut, nelayan sepakat melatang penangkapan benur di wilayah perairan Gunungkidul.
“Ini mengakhiri persselisihan yang sempat terjadi di kalangan nelayan di wilayah pesisir,” kata Rujimanto, Minggu (16/10/2022).
Menurut dia, pertemuan itu diadakan karena penangkapan benur sangat marak dalam dua bulan terakhir sangat marak. Sejumlah nelayan kemudian khawatir kelestarian lobster akan terancam. “Kalau benur ditangkap, lobster yang bertelur akan ikut berkurang. Kalau terus-terusan terjadi, maka lama-lama lobster bisa punah,” katanya.
Benur-benur banyak ditangkap di perairan Sadeng hingga Wediombo.
“Biasanya nelayan menangkap saat malam hari,” katanya.
Rujimanto mengatakan harga benur terhitung tinggi sehingga banyak nelayan tergiur menangkapnya. Benur jenis mutiara dihargai Rp30.000 per ekor, sedangkan jenis pasir dihargai Rp6.000-13.000 per ekornya.
BACA JUGA: Babarsari Akan Dikembangkan Jadi Pusat Sains dan Edukasi Nuklir
“Memang lumayan tinggi, tapi kami tidak tertarik karena lebih senang menangkap lobster dewasa,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan pertemuan antar-nelayan itu bertajuk Rembug Nelayan Gunungkidul terkait Penangkapan Benur. Acara ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemda DIY, Polairud hingga TNI angkatan laut.
“Sejauh ini di Gunungkidul belum ada nelayan yang memiliki legalitas menangkap benur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.