Advertisement

Buang Sampah ke Piyungan Dibatasi, Sleman Dapat Jatah Rabu dan Sabtu

Anisatul Umah
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 17:07 WIB
Budi Cahyana
Buang Sampah ke Piyungan Dibatasi, Sleman Dapat Jatah Rabu dan Sabtu Sejumlah alat berat mengerjakan penggalian TPST Transisi Piyungan, Senin (20/6/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Jatah pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu atau TPST Piyungan dibatasi untuk mengurangi antrean truk pengangkut sampah menyusul belum dioperasikannya tempat pembuangan transisi. Sampah dari Sleman dijatah dibuang ke Piyungan dua kali dalam sepekan, yakni Rabu dan Sabtu.

Pembatasan ini disampaikan oleh Kepala UPTD Persampahan Kabupaten Sleman Rita Probowati. Dia mengatakan meski pembuangan sampah ke TPST Piyungan dibatasi, sejauh ini pembuangan sampah di Sleman berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Minggu ini dua kali, Rabu dan Sabtu. Kemarin dijatah Rabu cukup lancar, tetapi masih ada sisa sampah sebelumnya," ucapnya dihubungi, Jumat (28/10/2022).

Setelah sampah diangkut ke TPST Piyungan pada Rabu lalu, keesokan harinya depo sampah ditutup sehingga sampah ditahan di tiap rumah dan tidak menumpuk di depo.

"Belum tahu [jatah buang sampah dibatasi sampai kapan] karena kami hanya nunggu dari provinsi. Kondisinya masih dinamis jadi bisa berubah-ubah."

Rita menjelaskan pada Rabu lalu truk mengangkut sampah tiga sampai empat kali mengangkut ke Piyungan, meningkat dari biasanya sekitar dua kali angkut. Di Sleman, jumlah armada pengangkut yang tersedia sebanyak 34 unit. "Belum ada pembatasan kuota [sampah yang dibuang] yang penting tidak terjadi antrian panjang."

BACA JUGA: Jadwal Pembuangan ke Piyungan Berubah, Sampah di Jogja Menumpuk

Dia menjelaskan jumlah residu sampah yang dibuang dari Sleman mengalami penurunan. Kondisi ini terlihat dari biaya sampah yang harus dibayarkan ke TPST Piyungan. Biasanya Rp150 juta-Rp160 juta menjadi di kisaran Rp129 juta-Rp138 juta. "Turun Rp20 juta sampa Rp40 juta per bulan. Hitungannya tonase," lanjutnya.

Advertisement

Salah satu penghuni rumah indekos di Sleman, Aryani mengatakan sampah di kosnya sempat meningkat tapi tidak sampai menumpuk. "Tidak sampai luber sampahnya, kemarin sekitar Rabu sudah diambil sama tukang sampah." 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cek Sederet Situs Live Streaming Gratis untuk Nonton Piala Dunia 2022

News
| Sabtu, 26 November 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement