Plataran Senopati Jogja Jadi Foodcourt, Berdayakan Eks Jukir
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Sampah tercecer di trotoar Jalan Malioboro./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengantisipasi lonjakan sampah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan menyiapkan puluhan truk pengangkut sampah, terutama untuk menjaga kebersihan kawasan Malioboro.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menuturkan kebersihan Kota Jogja, terutama Malioboro, menjadi perhatian utama Pemkot Jogja selama libur Nataru. Ia memperkirakan volume sampah meningkat sekitar 40% dibandingkan hari biasa, dari rata-rata 260 ton per hari.
Proyeksi lonjakan sampah tersebut, menurut Hasto, didasarkan pada tren peningkatan volume sampah pada momen Natal dan Tahun Baru dalam beberapa tahun terakhir.
“Kebersihan di Malioboro akan kita antisipasi. Biasanya malam tahun baru setelah itu terjadi hujan sampah, sehingga perlu kita antisipasi sejak awal,” katanya dalam Jumpa Pers Persiapan Akhir Tahun di Balai Kota Jogja, Rabu (17/12/2025).
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, Pemkot Jogja menyiapkan 45 truk sampah, dengan 15 unit di antaranya merupakan truk kompresi yang mampu mengepres sampah selama proses pengangkutan.
Selain itu, khusus pada hari Senin dan Rabu, Pemkot Jogja akan mengerahkan 100 unit truk sampah untuk mengantisipasi lonjakan sampah di depo-depo penampungan.
Selain armada pengangkut, Pemkot Jogja juga menyiapkan titik pengelolaan sampah organik kering, antara lain di wilayah Bener dan Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty). Lokasi tersebut akan dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik kering selama libur Nataru.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq, menyampaikan bahwa sejumlah depo sampah telah dikosongkan sebagai bagian dari langkah antisipasi sampah Nataru.
Depo yang sudah dikosongkan antara lain Depo Sampah Mandala Krida, Pengok, Kotabaru, Purawisata, dan Argolubang. Adapun Depo Sampah Serangan dan Pasar Ngasem masih dalam proses penanganan.
“Depo Kotabaru sudah kosong dan ditutup, tidak dibuka lagi. Karena lokasinya dekat gereja, sudah kita lakukan rekayasa,” katanya.
Rajwan menambahkan, depo sampah yang masih terdapat timbunan berada di Pringgokusuman dan Serangan, dan pihaknya akan menangani timbunan sampah tersebut dalam waktu dekat.
Ia memastikan depo-depo sampah di sekitar sumbu filosofi Kota Jogja tetap bersih dan terkendali meskipun terjadi peningkatan volume sampah harian selama libur Nataru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.