Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja mengimbau masyarakat setempat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan mengikuti program vaksinasi guna menekan angka kasus Covid-19 yang perlahan mulai merangkak naik. Per 8 November kemarin terdapat penambahan 154 kasus harian Covid-19 seluruh DIY.
"Akhir-akhir ini tidak hanya di DIY atau kota saja yang kondisi covidnya naik, itu hampir semua daerah angka Covid naik," kata Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi, Rabu (9/11/2022).
Sumadi memaparkan, masyarakat harus sadar Covid-19 belum sepenuhnya hilang dan penegakan prokes merupakan salah satu upaya yang harus terus dilakukan saat beraktivitas untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Apalagi aktivitas masyarakat sudah semakin ramai belakangan ini, sehingga disiplin dalam menegakkan prokes harus selalu dipatuhi.
"Kita juga memperbanyak jangkauan vaksin terutama booster untuk beberapa daerah, karena secara kumulatif di DIY capaian baru 43 persen itu pun tertinggi di Jogja dan Sleman sedangkan Bantul, Kulonprogo angkanya masih di bawah 30 persen," jelas dia.
Beberapa waktu lalu stok vaksin memang sempat kosong di wilayah setempat, namun sekarang pusat telah mengirimkan stok baru yang bisa digunakan untuk menggenjot capaian vaksinasi. Pihaknya juga telah meminta kepada pemerintah pusat agar vaksinasi booster kedua juga diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat pelayanan publik.
"Nanti kalau dari sana ada lampu hijau langsung kita lakukan. Layanan vaksinasi masih jalan terus baik di Puskesmas dan RS, booster di kota bahkan sudah 100 persen lebih. Kita juga tidak hanya melayani ke warga kota saja, tapi warga luar tetap diberikan pelayanan," pungkasnya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyebut, ia telah berkoordinasi dengan Kabupaten Kota setempat agar kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini mendapat penanganan yang optimal. Penegakan disiplin prokes dan juga jangkauan vaksinasi harus terus diperluas agar penanggulangan Covid-19 dapat berjalan dengan optimal.
BACA JUGA: Jokowi Punya Alasan Khusus Dukung Prabowo Maju di Pilpres 2024
"Karena sekarang ini kecuali booster masih banyak diantara kita itu yang belum vaksin, itu yang jadi penyebab kasus itu naik, kecuali kaitannya dengan orang yang juga mulai abai terhadap prokes. Apalagi kalau ke luar kota itu anggapan sudah ga ada Covid-19 dan kita bawa ke sini. Jadi mohon perhatian masyarakat tetap disiplin prokes dan vaksinasi, datangi klinik vaksinasi," ungkapnya.
Aji menyatakan, meski beberapa waktu lalu kekosongan stok vaksin sempat melanda wilayah setempat namun baru-baru ini pihaknya telah mendapatkan kiriman stok vaksin untuk melayani masyarakat. "Vaksin kita sudah minta, kemarin sudah dikirim tapi ya ngga banyak baru 800 dosis, bukan vial ya. Tapi saya kira tidak apa-apa, akan kita manfaatkan dulu sambil menunggu stok baru. Berapapun kebutuhan di DIY akan kita koordinasi dengan pusat," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.