Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Logo KONI Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pendaftaran bakal calon Ketua KONI Gunungkidul sudah dibuka sejak 2 November 2016. Hingga sekarang total sudah ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran.
Ketua Penjaringan Calon Ketua KONI Gunungkidul, Jarot Budi Santoso mengatakan pendaftaran bakal calon ketua KONI periode 2022-2026 sudah berlangsung dan akan ditutup pada 16 November mendatang. Dia tidak menampik sudah ada beberapa nama yang berminat maju sebagai ketua.
Hal ini dibuktikan sudah ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran. Meski demikian, Jarot mengakui hingga sekarang belum ada yang mengembalikan berkas pendaftaran.
"Keempat orang yang telah mengambil formulir belum ada yang mengembalikan, tetapi akan kami tunggu hingga pendaftaran ditutup,” katanya, Jumat (11/11/2022).
BACA JUGA: Gunungkidul Gelontorkan Rp1,9 Miliar untuk Bonus Atlet Berprestasi
Dia menjelaskan, bagi yang berminat menjadi Ketua KONI Gunungkidul harus memenuhi persyaratan. Adapun syarat ini seperti menjadi pengurus cabang olahraga serta mendapatkan dukungan minimal sepuluh pengurus cabang olahraga.
Dukungan ini harus dibuktikan dengan adanya surat pernyataan dari ketua pengurus cabang olahraga yang ada. “Jadi dengan syarat ini maksimal akan ada empat calon. Sebab, di KONI ada 43 cabang olahraga yang diakui,” katanya.
Disinggung mengenai adanya potensi dukungan ganda, Jarot tidak menampik hal tersebut. Meski demikian, apabila ada dukungan ganda dari satu cabang olahraga, maka dianggap gugur. “Bentuk dukungan juga tidak bisa ditarik lagi setelah membuat surat pernyataan dukungan,” katanya.
Sekretaris KONI Gunungkidul, Heri Santoso mengatakan, sudah mempersiapkan proses muskab yang diselenggarakan pada 26 November mendatang. Salah satunya dengan membentuk tim penjaringan calon Ketua Umum KONI yang baru. “Sudah ada tim penjaringan lengkap dan nanti yang akan mengurusi proses pendaftaran sampai pemilihan berlangsung,” kata Heri.
Dia menjelaskan, kepengurusan KONI periode 2018-2022 sudah akan berakhir. Oleh karenanya, dilaksankaan muskab untuk membentuk kepengurusan baru.
“Untuk ketua lama sudah tidak bisa mencalonkan lagi. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar hingga terbentuknya pengurusan baru,” katanya.
Heri menambahkan, jadwal pemilihan sudah dibuat oleh tim penjaringan. Rencananya pendaftaran bakal calon ketua KONI dilaksanakan 2-16 November 2022.
Selanjutnya pada 24 November dilakukan penetapan calon. Untuk kemudian pada 26 November dilaksanakan muskab sekaligus pemilihan ketua baru. “Mudah-mudahan proses penjaringan hingga pelantikan baru berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Perlukah HP Android dipasang antivirus? Simak penjelasan lengkap soal Play Protect, malware, phishing, Wi-Fi publik, dan kapan antivirus masih dibutuhkan.
Ancaman boikot Piala Dunia U20 Wanita mengguncang sepak bola dunia. Di baliknya, kritik tajam terhadap tata kelola FIFA dan ketimpangan gender. Bisakah ini jadi
Pangsa pasar mobil Tiongkok di Indonesia melonjak dari 5,8% pada 2024 menjadi 17,4% pada 2026. BYD, Wuling, dan Chery memimpin pertumbuhan.
ASDP dan Pelni membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui jalur laut guna mempercepat distribusi.
Malaysia dan Singapura menghadapi misi berat lolos ke final Piala AFF 2026 setelah kalah pada leg pertama semifinal dari Vietnam dan Thailand.