Advertisement

Kisah Semangat Driver Ojol Tua di Jogja, Tetap Narik Meski Dilarang Anak

Sunartono
Sabtu, 12 November 2022 - 14:47 WIB
Bhekti Suryani
Kisah Semangat Driver Ojol Tua di Jogja, Tetap Narik Meski Dilarang Anak Driver Ojol, Djoko Supono. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Meski pun usia sudah menjelang senja, akan tetapi masih gigih bekerja. Seperti yang dilakukan Djoko Supono pria berusia 55 tahun yang juga warga Kota Jogja. Ia mulai menjadi driver ojek online (Ojol) sejak Maret 2022 lalu meski pun dilarang anak karena kebutuhannya sudah dicukupi.

Kisah bergabungnya pria yang biasa disapa Mbah Jo ini berawal saat dirinya tidak mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi kemauannya untuk bekerja sangat keras untuk mengisi hari-harinya. Soal biaya hidup, sebenarnya sudah ditanggung anaknya yang menjadi pegawai negeri sipil. Merasa tak ingin berpangku tangan, ia kemudian mencari informasi terkait syarat menjadi driver Ojol, karena pekerjaan itu dinilai cocok baginya. Selain itu bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat oleh waktu

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Waktu itu saya mencoba aplikasi lain itu sudah tidak bisa karena sudah tua. Tetapi akhirnya di aplikasi lokal JogjaKita saya diterima, jadi saya senang dan memanfaatkan kesempatan ini," katanya, Jumat (12/11/2022).

Setelah mendapatkan kesempatan menjadi driver Ojol di aplikasi tersebut, pria yang biasa disapa Mbah Jo ini memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ia biasa menyalakan aplikasinya hanya dari rumah dan saat itulah banyak pengguna aplikasi yang memanfaatkan jasanya. Meski kadang melakukan keliling di beberapa lokasi area kota Jogja.

"Saya lebih seringnya di rumah saya on-kan, karena orang sekitar rumah saya banyak yang pakai aplikasi," katanya.

Dalam sehari ia bisa mendapatkan penumpang antara enam hingga 10 orang. Mulai dari para pelajar hingga para penyandang disabilitas tuna netra yang membutuhkan jasa pengantaran. Di mana tuna netra tersebut juga akan bekerja sebagai jasa tukang pijat. Ia pun dengan sabar melayani tuna netra dan mengantarnya sampai ke tujuan.

"Selain itu ada juga yang ingin diantar secara offline, tetapi tidak bisa dan saya minta pakai aplikasi saja," katanya.

Hasil dari menjadi driver tersebut sepenuhnya ia tabung. Oleh karena itu, tidak heran setelah delapan bulan menjadi driver ia mampu membeli sebuah motor baru. Mengingat kebutuhan rumah tangga ditanggung oleh anaknya. "Anak saya kan PNS, dia yang menanggung kebutuhan rumah tangga. Saya sebenarnya juga tidak boleh bekerja jadi driver Ojol, tetapi saya jelaskan kalau fisik saya mampu, untuk kegiatan di hari tua," katanya.

Advertisement

BACA JUGA: Gedung Sekolah Ambruk yang Tewaskan Siswa di Gunungkidul Dibangun Tak Sesuai Prosedur

Ia memberikan semangat kepada siapa saja bekerja apa saja dilakukan dengan penuh tanggungjawab. Karena bekerja yang baik maka hasilnya juga akan baik. Setelah mampu membeli motor baru, yang hasil narik Ojol berikutnya akan ditabung untuk keperluan di hari tua. "Karena saya merasa masih kuat, ya harus kerja," ucapnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

UKDW Jogja Meluluskan 342 Wisudawan

UKDW Jogja Meluluskan 342 Wisudawan

Jogjapolitan | 5 hours ago
Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Seperti di Korea, Intervensi BUMN Penting untuk Kemajuan UMKM

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement