Desainer Malaysia Bawa Koleksi High Fashion ke JIKFP 2026 di Jogja
JIKFP 2026 di Sleman City Hall menghadirkan 50 desainer dan lebih dari 600 model anak-remaja dari Indonesia, Timor-Leste, dan Malaysia.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 DIY terus meningkat jelang libur akhir tahun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Belum ada rencana untuk memperketat aktivitas masyarakat saat libur Nataru.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan adanya peningkatan kasus Covid-19 jelang Nataru ini, kebijakan DIY sepenuhnya menyesuaikan dengan Pemerintah Pusat. Pekan lalu pusat telah menetapkan DIY berada di PPKM Level 1 yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Instruksi Gubernur pemberlakukan PPKM Level. Sultan menyatakan dalam regulasi tersebut memang tidak ada pengetatan.
“Kami tidak bisa bertentangan dengan Pusat, tiga hari lalu kami menandatangani memang tidak ada sesuatu secara strategis tidak boleh memperketat ini. Saat ini rata-rata mayoritas OTG [tanpa gejala] tiga sampai empat hari biasanya sembuh,” katanya di Kompleks Kepatihan, Selasa (15/11/2022).
BACA JUGA: 12 Tahun Tak Digunakan, Eks Bioskop Permata Jogja jadi Tempat Pemutaran FFD 2022
Sebagaimana diketahui sejumlah aturan PPKM Level 1 nyaris seperti saat situasi normal. Sebagian besar pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan hingga aktivitas ekonomi dengan kuota 100%. Akan tetapi tidak boleh melebih dari kuota tersebut.
Sekjen Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa menyatakan secara garis besar Pemerintah Pusat terus memonitor perkembangan kasus Covid-19 di berbagai kota di Indonesia. Kondisi saat ini akan menjadi evaluasi ke depan untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya. Akan tetapi pemerintah mendorong masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan serta menjaga pola hidup bersih dan sehat. “Serta memaksimalkan imunisasi termasuk booster. Sehingga imun dapat tercipta,” katanya di sela-sela menghadiri Hari Kesehatan Nasional di Kepatihan.
Terkait masa transisi dari pandemi menuju endemi, lanjutnya, pemerintah masih melihat dari berbagai sisi terutama vaksinasi. Hingga saat ini total sudah ada 440 juta dosis vaksinasi yang telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia dengan rata-rata dosis pertama dan kedua. Sedangkan untuk booster baru sekitar 30%.
“Prokes sudah menjalankan lebih baik, bagaimana menjaga diri sendiri, kalau sakit ya isolasi mandiri, kesadaran diri yang harus dibangun,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JIKFP 2026 di Sleman City Hall menghadirkan 50 desainer dan lebih dari 600 model anak-remaja dari Indonesia, Timor-Leste, dan Malaysia.
Pemkot Jogja menyiapkan pembiayaan melalui Jamkesda bagi korban kekerasan saat demonstrasi 28 Oktober 2026 setelah verifikasi Dinsos.
KSPSI AGN-ATUC Gunungkidul mengusulkan UMK 2027 minimal Rp2.659.000 atau naik 7,5%-10% demi menjaga daya beli pekerja.
Mentan Amran mengungkap 13 tersangka dalam delapan kasus pelanggaran beras yang melibatkan 15 merek. Pelaku terancam pidana hingga tujuh tahun.
Polresta Jogja menetapkan pria berinisial W sebagai tersangka dan menahannya setelah kedapatan membawa senjata tajam saat aksi 28 Oktober di Malioboro.
Produksi ikan budidaya Kota Jogja rata-rata 48,59 ton per tahun. Pemkot mendorong pengembangan pokdakan untuk memenuhi kebutuhan warga.