Advertisement
Mahasiswa Lakukan Order Fiktif, Puluhan Ojol Jadi Korban

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL — Pelaku pembuat orderan fiktif dengan korban puluhan driver ojek online (ojol) akhirnya ditangkap polisi meski kemudian akhirnya kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan awal mula kasus itu terungkap adalah pada 15 September 2022 sekitar pukul 12.21 WIB, seorang ojol bernama Fahmi mendapat order berupa kosmetik atas nama penerima Anisa.
Advertisement
Fahmi lalu mengambil barang kosmetik tersebut dengan cara cash on delivery (COD) di Dusun Keloran, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.
Fahmi lantas membayar kosmetik tersebut sebesar Rp210.000. Dia kemudian bergegas mengantar barang tersebut ke daerah Condrowangsan Potorono Banguntapan Bantul. Hanya saja, di daerah tersebut tidak ditemukan perempuan bernama Anisa yang mengorder barang itu.
BACA JUGA: Ibu-Ibu Pelaku Usaha Jadi Sasaran Utama Pemberdayaan di Bantul
Khawatir, Fahmi segera menghubungi kembali penjual barang tersebut tetapi tidak bisa dihubungi. Dengan kejadian tersebut, Fahmi sadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Selanjutnya Fahmi datang ke Polsek Kasihan untuk melaporkan kejadian tersebut guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Setelahnya, sekelompok ojol mendatangi sebuah rumah daerah Mrisi, Kasihan, Bantul yang diduga merupakan lokasi terjadinya orderan fiktif.
Ternyata, terduga perlaku merupakan seorang mahasiswa berinisial DA, 23, dan telah dibawa ke Polsek Kasihan.
Jeffry mengatakan bahwa modus pelaku orderan fiktif menggunakan barang senilai sekitar Rp200.000. Dia seolah-olah menjual barang dan ada orang yang memesan.
DA bertugas sebagai penjual yang mengorder ke ojol dengan sistem COD yang membuat ojol harus membayar lebih dahulu.
Ternyata, kata dia, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dengan syarat pelaku bersedia mengganti kerugian semua korban. Total kerugian yang telah diganti DA senilai Rp6,9 Juta berasal dari 26 korban yang kesemuanya berprofesi sebagai ojol.
“Kejadian ini dapat menjadi pelajaran untuk kita semua agar berhati-hati dan lebih jeli terhadap kejadian yang tentunya tidak kita harapkan. [Kejadian tersebut] semoga menjadi efek jera terhadap DA sebagai pelaku dan berharap tidak terjadi lagi hal serupa di Bantul,” kata Jeffry, Kamis, (17/11/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
Advertisement
Advertisement