Advertisement

Ibu-Ibu Pelaku Usaha Jadi Sasaran Utama Pemberdayaan di Bantul

Media Digital
Rabu, 16 November 2022 - 23:07 WIB
Budi Cahyana
Ibu-Ibu Pelaku Usaha Jadi Sasaran Utama Pemberdayaan di Bantul Edy Prabowo - Istimewa

Advertisement

BANTUL—Komisi B DPRD Kabupaten Bantul memberikan perhatian utama kepada ibu-ibu yang menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bantul, Edy Prabowo, mengatakan ibu-ibu menempati sektor ekonomi paling bawah sebagai pelaku usaha seperti pedagang angkringan, sembako, dan laundry.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Prioritas kami ibu-ibu karena sektor ekonomi terbawah itu ibu-ibu. Ini jadi perhatian kami yang bermitra dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian. Kami ingin menggerakkan sektor usaha yang paling bawah yang ada di masyarakat yang selama pandemi kemarin terdampak,” kata Edy ditemui di rumahnya pada Selasa (16/11/2022).

Keputusan tersebut diambil setelah Edy melakukan sosialisasi dan reses dalam menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil) yang telah dilakukan sebanyak tiga kali di 2022.

Kendati pandemi telah mereda, menurut Edy, pemerintah daerah perlu mem-back up para pelaku usaha di lini paling bawah.

“Masyarakat butuh dukungan keberadaan pemerintah daerah. Saya kira usaha sudah mulai merangkak tapi kalau tidak dibackup pemerintah mereka akan kesulitan. Baik dari segi permodalan maupun penjualan kami perlu hadir di situ,” katanya.

Salah satu bentuk dari upaya tersebut adalah dengan mengadakan berbagai pelatihan kepada masyarakat terkhusus kepada para ibu seperti pelatihan menjahit, kuliner, catering, dan pengolahan makanan.

Edy juga mendapat keluhan oleh masyarakat terkait permodalan usaha-usaha kecil yang ketika pandemi covid-19 banyak yang gulung tikar karena modal dan barang habis. Oleh karena itu, Edy juga menyarankan kepada ibu-ibu pelaku usaha untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan.

Advertisement

Edy akan membantu dalam pemenuhan persyaratan seperti nomor izin berusaha (NIB) yang wajib dimiliki agar dapat melakukan peminjaman uang.

“Kami menyarankan untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan dengan kami memenuhi persyaratan mereka salah satunya kami mempermudah nomor induk berusaha. Kami akan membantu mengakomodir kesulitan mencari perizinan. Kami hadirkan dinas perizinan lalu kami buatkan langsung NIB di tempat sosialisasi,” ucapnya.

Di dapilnya yaitu Banguntapan dan Piyungan, terang Edy, masih banyak pelaku usaha yang sedang mengusahakan NIB.

Advertisement

“Di dapil saya Banguntapan dan Piyungan banyak sekali bahkan bisa ribuan yang sedang mencari NIB. Di Banguntapan sendiri sudah ada 150-an usaha dengan NIB,” lanjutnya.

Disinggung mengenai pelatihan di tahun 2023 untuk ibu-ibu pelaku usaha, Edy mengaku akan melihat terlebih dahulu situasi di lapangan.

“Kami akan melihat seberapa besar pengaruh yang telah kami lakukan dan seberapa besar respon masyarakat. Kalau memang diperlukan pasti akan kami tambah lagi [pelatihannya]. Tapi kalau cukup ya kami alihkan ke program lain,” ujar dia.

Edy juga menaruh perhatian terhadap pariwisata di Kabupaten Bantul yang dinilai masih belum maksimal terkait infrastruktur.

Advertisement

“Masih banyak daerah wisata yang belum maksimal terkait kesiapan fisik dengan demikian masih harus ditingkatkan. Kami punya gagasan yaitu kolaborasi dinas pertanian dan pariwisata. Jadi ada suatu kawasan dengan lahan pertanian dan view yang bagus. Kalau itu bisa dikelola dengan baik, sarana fisik jalan, dan sebagainya bisa diperbaiki maka wistawan bisa masuk. Dari segi pariwisata bisa menjual pariwisatanya dan dari segi pertanian bisa menjual pertaniannya,” terang politisi Demokrat ini.

Edy mengatakan hal tersebut bisa menjadi salah satu upaya dalam rangka meningkatkan perekonomian warga tak terkecuali pendapatan asli daerah (PAD). (***)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement